BANJARBARU – Ketua DPRD Kota Banjarbaru Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera menegaskan kinerja DPRD selama setahun terakhir difokuskan pada kecepatan merespons aspirasi masyarakat serta perlindungan hak-hak warga, meski sejumlah persoalan masih membutuhkan waktu panjang untuk diselesaikan.
Hal tersebut disampaikan Gusti Rizky dalam podcast Radar Banjarmasin bersama Host Podcast Radar Banjarmasin, Toto Fachrudin, Jumat (19/12/2025).
“Secara keseluruhan, respons DPRD terhadap aspirasi dan aduan masyarakat sudah cukup cepat. Tidak terlalu lama rentang waktu yang dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan reaksi dari wakilnya,” ujar Gusti Rizky.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kasus di masyarakat yang penyelesaiannya memerlukan proses panjang. Namun DPRD, kata dia, tetap berupaya menghadirkan solusi agar hak-hak masyarakat dapat terpenuhi dan dilindungi.
Menanggapi pertanyaan mengenai peran wakil rakyat sebagai representasi partai atau masyarakat, Gusti Rizky menegaskan bahwa masyarakat kini semakin cerdas dalam menentukan pilihannya. “Masyarakat memilih figur yang dianggap kompeten dan mampu menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah,” katanya.
Terkait sorotan publik yang kerap mempertanyakan mengapa Ketua DPRD lebih sering tampil dalam penyampaian aspirasi, Gusti Rizky menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai juru bicara lembaga legislatif dan mediator antara masyarakat dan pemerintah.
Baca Juga: Satu-satunya Keran Air Minum di SMA Banjarbaru, Gusti Rizky Jawab Aspirasi Siswa
Dalam podcast tersebut, ia juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait kondisi kesehatan Wakil Wali Kota Banjarbaru serta wacana pergantian Wakil Wali Kota. Menurutnya, DPRD menghormati jabatan kepala daerah yang sedang diamanahkan.
“Kami berharap Wakil Wali Kota Banjarbaru dapat segera pulih dan kembali menjalankan tugas melayani masyarakat. Soal pergantian, itu merupakan hak kepala daerah dan harus melalui mekanisme politik serta aturan yang berlaku,” ujarnya.
Isu konflik agraria, khususnya terkait status lahan di wilayah Cempaka, juga menjadi perhatian DPRD. Gusti Rizky menyebut DPRD telah membentuk panitia khusus (pansus) dan meminta pemerintah kota melanjutkan penyelesaian konflik tersebut bersama DPRD.
“Kami ingin penyelesaian yang adil dan berkeadilan bagi semua pihak,” tegasnya.
Sementara terkait rencana pembangunan stadion internasional di Banjarbaru yang menuai polemik karena lokasinya dekat bandara, DPRD berharap proyek tersebut tetap memberikan manfaat bagi daerah.
“Yang terpenting, pembangunan itu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru bagi Banjarbaru,” pungkasnya.