BANJARMASIN – Kabar menggembirakan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Banjarmasin.
Jumlah kuota haji tahun 2026, mengalami peningkatan signifikan.
Kuota CJH yang masuk nomor kursi mencapai 938 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, H Ahmad Sya’rani mengungkapkan bahwa jumlah tersebut naik cukup tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya 578 orang.
“Artinya ada kenaikan satu kloter, atau bertambah sekitar 360 orang,” ujar Sya’rani, Kamis (18/12/2025) pagi.
Dengan tambahan kuota tersebut, masa tunggu keberangkatan jemaah akan semakin cepat.
Bahkan, estimasi keberangkatan bagi pendaftar tahun-tahun mendatang bisa dimajukan.
“Estimasi yang berangkat tahun 2027, sudah bisa lebih cepat lagi,” katanya.
Dari total 938 calon jemaah haji yang masuk nomor kursi, tercatat sebanyak 485 orang telah melakukan pelunasan biaya haji.
Proses pelunasan masih terus berjalan seiring tahapan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Secara keseluruhan, kuota haji Kalsel pada 2026, mendekati 1.300 kursi.
Dari jumlah itu, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan kuota terbanyak.
“Banjarmasin memang paling banyak dibanding kabupaten dan kota lain di Kalsel,” jelasnya.
Namun, Banjarmasin juga dikenal sebagai daerah dengan antrean haji terpanjang.
Sebelumnya, masa tunggu jemaah bisa mencapai 38 tahun.
Berkat strategi pemetaan dan pemangkasan antrean yang dilakukan Menteri Haji dan Umrah H Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan masa tunggu berhasil ditekan secara signifikan.
“Sekarang antreannya tinggal sekitar 26 tahun. Ini hasil kebijakan dan strategi nasional,” ungkap Sya’rani.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang mendaftar haji pada tahun ini, estimasi keberangkatan berada pada tahun 2051.
Meski masih panjang, kondisi tersebut dinilai jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.
“Kami berharap kebijakan penambahan kuota dan pengaturan antrean ini terus berlanjut. Supaya pelayanan dan kepastian keberangkatan jemaah semakin baik,” pungkas Sya'rani.
Editor : Eddy Hardiyanto