Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga Mengeluh Jalan Hasan Basri Banjarmasin Kotor dan Berdebu! Gara-Gara Proyek Urukan Tanah Merah

Zulvan Rahmatan • Kamis, 18 Desember 2025 | 13:35 WIB
DAMPAK URUGAN: Tanah merah mengotori jalanan dan menebarkan debu di Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara.
DAMPAK URUGAN: Tanah merah mengotori jalanan dan menebarkan debu di Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara.

BANJARMASIN – Jalan Brigjen Hasan Basri Kecamatan Banjarmasin Utara berubah menjadi sarang debu sejak Rabu (18/11/2025).

Debu beterbangan dan mengotori badan jalan, membuat warga serta pengguna jalan mengeluh.

Pantauan di lapangan, debu berasal dari tanah merah yang terbawa truk pengangkut material urugan dari arah Handil Bakti, Barito Kuala menuju Kota Banjarmasin.

Tanah yang mengering di atas aspal panas semakin parah ketika dilintasi kendaraan yang lalu lalang.

Hasil penelusuran menunjukkan, tanah merah tersebut mengotori jalan akibat sisa lumpur dan tanah yang menempel di ban truk dari dua proyek urugan berbeda di kawasan tersebut.

Keluhan warga pun bermunculan.

Salah satunya disampaikan pasangan suami istri pedagang perabot rumah tangga, Sugi dan Ana.

“Ini kemarin sore debunya parah sekali. Saya ada anak kecil,” keluh Ana.

Sugi mengaku tak mengetahui pasti proyek mana yang menjadi sumber debu.

Namun, ia berharap pemilik pekerjaan segera melakukan evaluasi agar jalan tidak terus kotor dan mengganggu aktivitas warga.

Keluhan serupa juga datang dari pihak outlet Mie Gacoan di sekitar lokasi.

Manager Training Gacoan, Akbar khawatir debu mengganggu kenyamanan pelanggan dan berdampak ke area parkir hingga ke dalam outlet.

“Kalau pelanggan mau masuk pasti terganggu. Parkiran sudah kena debu, semoga tidak sampai ke dalam,” harapnya.

Akbar menegaskan pemilik proyek harus bertanggung jawab atas kondisi jalan umum yang terdampak aktivitas urugan.

Sementara itu, penjaga salah satu proyek urugan dekat outlet Gacoan, Anis, membenarkan keluhan warga.

Ia menyebut pemilik proyek telah memberikan arahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Sudah ada arahan dari pemilik. Nanti ban truk akan dibersihkan dan disemprot sebelum keluar lokasi,” jelasnya.

Saat dikunjungi, aktivitas urugan di lokasi tersebut tengah berhenti, hanya tampak satu unit alat berat terparkir.

Di lokasi lain, proyek urugan tanah juga berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kayu Tangi.

Proyek tersebut merupakan pekerjaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel yang dikerjakan oleh CV Tirta Arjuno Lestari.

Pengawas proyek, Rizki, menegaskan pihaknya telah melakukan antisipasi sejak awal agar jalan tidak kotor.

Proyek bernilai Rp637.446.537 itu menggunakan sekitar 1.300 kubik tanah merah.

“Kalau cuaca panas, ban truk kami keruk dulu sebelum keluar. Kalau hujan, kami semprot. Kami pastikan ban bersih,” tegasnya.

Rizki mengakui pekerjaan urugan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.

Namun, ia berkomitmen tidak menimbulkan dampak lanjutan, termasuk risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kami selalu upayakan truk keluar dalam kondisi bersih,” tutupnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#tanah merah #urugan tanah #banjarmasin #berdebu