Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penurunan Drastis Kasus DBD di HSS, Tercatat Hanya 8 Kasus Sepanjang 2025

M Padil Ihsan • Rabu, 17 Desember 2025 | 12:41 WIB
TETAP WASPADA: Nyamuk Aedes Aegypti bisa menyerang dan menyebarkan virus kapan saja. (Foto: Canva)
TETAP WASPADA: Nyamuk Aedes Aegypti bisa menyerang dan menyebarkan virus kapan saja. (Foto: Canva)

​KANDANGAN – Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencatatkan penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) HSS menunjukkan bahwa pada periode Januari hingga November 2025, hanya ditemukan 8 kasus DBD. Angka ini turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya, 2024, yang mencapai 479 kasus.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan HSS, Daru Priyanto, merinci sebaran kasus yang terjadi di tahun 2025.

"Untuk kasus DBD tahun ini 8 kasus, di bulan Januari ada 3 kasus, bulan Maret 1 kasus, bulan Juli ada 2 kasus, bulan Agustus 1 kasus, dan bulan November 1 kasus," jelas Daru Priyanto.

​Meskipun terjadi penurunan yang fantastis, Dinkes HSS menegaskan bahwa mereka tidak akan lengah. Daru Priyanto mengingatkan bahwa sifat kasus DBD adalah fluktuatif, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

​"Meskipun turun, tapi kita juga tidak lengah, karena DBD ini bisa naik turun ya. Kami tetap antisipasi, dan mengimbau kepada seluruh puskesmas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," tambahnya.

​Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan HSS juga telah menyiapkan sebanyak 110 liter obat fogging (Malathion) dan gencar melakukan sosialisasi terkait pencegahan DBD, terutama menjelang dan selama musim hujan.

​Dinkes HSS mengimbau seluruh masyarakat Hulu Sungai Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim penghujan. Air yang tergenang dalam wadah-wadah berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus DBD.

​Dinas Kesehatan HSS juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu lakukan pembersihan di sekitar lingkungan tempat tinggal, baik di dalam maupun di luar rumah. Saat tidur, disarankan menggunakan kelambu. Jika tidak ada kelambu, masyarakat diimbau untuk memakai losion anti nyamuk.

​Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat menjaga tren penurunan kasus DBD di HSS dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit ini.

Editor : Arif Subekti
#turun #Kasus #HSS #DBD