Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD HSU H. Syamrani mengatakan, peningkatan debit air sungai dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu, sehingga berpotensi meluas ke daerah hilir.
“Status daerah saat ini siaga darurat,” ujar Syamrani, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Bocah 6 Tahun di HSS Hilang, Diduga Ditinggalkan Ibunya
Ia menyebutkan, BPBD masih melakukan pendataan lapangan untuk memastikan jumlah desa dan kecamatan yang terdampak luapan sungai tersebut. Pendataan ditargetkan rampung hari ini.
“Untuk desa dan kecamatan terdampak masih dalam pendataan. Kalau sudah lengkap, data akan kami sampaikan,” katanya.
Dari laporan awal, Jalan Tuhuran menjadi salah satu titik terdampak. Titian yang baru dibangun di kawasan tersebut dilaporkan rusak hingga putus akibat terjangan arus air.
Baca Juga: Pecatur Putri HSU Tantang Master Internasional, Duel 3 Jam di Gubernur Cup
“Titian di Jalan Tuhuran yang baru dibuat terdampak dan putus. Namun, rumah di sekitar lokasi itu memang pernah terdampak banjir pada tahun lalu,” jelas Syamrani.
Sementara itu, Camat Haur Gading Mahyuni membenarkan adanya luapan Sungai Haur Gading yang menggenangi Desa Tuhuran.
Pihak kecamatan, kata dia, telah melaporkan kejadian tersebut ke BPBD dan Dinas PUPR HSU.
Baca Juga: Bendahara Dinkes Banjarbaru Akhirnya Muncul, Kembalikan Dana Rp2,6 Miliar
“Kami sudah melaporkan luapan air Sungai Haur Gading di Desa Tuhuran ke BPBD dan Dinas PUPR,” ujar Mahyuni.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala BPBD HSU dan Kepala Dinas PUPR HSU langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi pascaluapan sungai.
“Kedua kepala dinas sudah meninjau langsung lokasi setelah air meluap dari Sungai Haur Gading,” katanya.
Baca Juga: Tragis, Rumah Warga Lokpaikat Terbakar, Pemilik Meninggal
Mahyuni menambahkan, luapan air di titik tersebut bukan kejadian baru dan pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di lokasi yang sama.
BPBD HSU bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif dan langkah antisipasi, guna meminimalkan dampak lanjutan serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak. (*)
Editor : M. Ramli Arisno