Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Balangan Belum Surut, Sejumlah Kecamatan Masih Terendam

M Dirga • Selasa, 16 Desember 2025 | 17:18 WIB

EVAKUASI: Relawan bersama petugas BPBD Balangan membantu evakuasi warga dari banjir sejak Senin (15/12).
EVAKUASI: Relawan bersama petugas BPBD Balangan membantu evakuasi warga dari banjir sejak Senin (15/12).
PARINGIN - Banjir akibat luapan sungai masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan hingga Selasa (16/12) sore.

Data harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Balangan mencatat ribuan warga terdampak dengan kondisi ketinggian air yang bervariasi di beberapa kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan H. Rahmi mengatakan banjir dipicu hujan sejak Senin (15/12) malam sekitar pukul 20.00 Wita hingga dini hari.

Baca Juga: LPG Subsidi Dijual Mahal, Pemkot Banjarmasin dan Pertamina Bersikap Tegas

Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Balangan meluap, sementara Sungai Pitap dilaporkan masih dalam kondisi normal.

“Di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong debit air mulai menurun. Namun di Juai, Paringin Selatan, Paringin, dan Lampihong justru masih mengalami kenaikan,” ujar Rahmi.

Di Kecamatan Juai, dampak banjir terbilang luas. Desa Teluk Bayur terdampak di RT 1 hingga RT 4 dengan 282 rumah, 282 kepala keluarga, dan 836 jiwa.

Baca Juga: Video Balap Liar Viral, Polresta Banjarmasin Panggil 13 Remaja

Sejumlah fasilitas umum seperti TK, masjid, TPA, musala, dan kantor desa turut terdampak.

Desa Juai mencatat 180 rumah terendam dengan 216 kepala keluarga atau 621 jiwa terdampak, sementara di Desa Mungkur Uyam enam rumah terendam dengan 16 jiwa terdampak.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Awayan, meliputi Desa Baru dan Desa Badalungga. Puluhan rumah di beberapa RT dilaporkan terdampak akibat luapan sungai yang menggenangi permukiman warga.

Baca Juga: Empat Perda Disahkan DPRD Kotabaru, Atur Ekonomi hingga Sungai

Di Kecamatan Lampihong, banjir melanda Desa Kusambi Hulu, Kusambi Hilir, Kandang Jaya, Tanah Habang Kanan, Teluk Karya, Matang Lurus, Lampihong Selatan, dan Pupuyuan.

Dampaknya bervariasi, mulai dari rumah terdampak hingga terendam. Bahkan, satu rumah dilaporkan tenggelam di Lampihong Selatan dan Pupuyuan.

Fasilitas umum seperti sekolah dasar, tempat ibadah, serta ruas jalan sepanjang sekitar 50 meter ikut terdampak.

Baca Juga: Puluhan Pangkalan LPG Nakal di Banjarmasin Jual Gas di Atas HET

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Paringin Selatan. Di Kelurahan Batu Piring dan Desa Murung Sari RT 01, tercatat 18 rumah terdampak dengan 62 jiwa.

Di Desa Tarangan RT 03, 12 rumah terdampak dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Desa Murung Abuin juga mengalami genangan di beberapa RT, termasuk pada jalan raya, kantor desa, tempat ibadah, dan sekolah dasar.

Di Kecamatan Paringin, banjir tercatat berdampak di Kelurahan Partim, Kelurahan Parkot, serta Desa Hujan Mas dengan puluhan kepala keluarga dan jiwa terdampak.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pria Diduga Edarkan Sabu dan Ekstasi di Batulicin Tanah Bumbu

BPBD Balangan memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat banjir.

Salah satu warga Desa Badalungga, Kecamatan Awayan, Mutiah Hapijah, mengatakan air mulai menggenangi rumahnya sejak Senin pagi.

Dampak paling dirasakan adalah kerusakan rumah papan akibat terendam air.

Baca Juga: Dinas PUPR Banjarmasin Petakan Limbah Rumah Tangga, Anggaran Rp1,5 Miliar Digelontorkan

“Rumah mulai kebanjiran hari Senin pagi. Yang paling terasa, rumah papan jadi rusak karena terendam air,” ujarnya.

Mutiah mengaku belum mengungsi dan masih bertahan di rumah, sembari berharap adanya bantuan.

Warga lainnya, Ari Setiawan, menyebut sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga di tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Sparing Atlet Dunia, Pegulat Kalsel Asah Kemampuan di Turki

Banjir juga berdampak pada ekonomi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani karet.

“Kalau banjir, kami tidak bisa menyadap karet. Itu langsung berdampak pada kebutuhan sehari-hari,” katanya.

BPBD Balangan melalui Pusdalops-PB terus memantau perkembangan debit air, melakukan pendataan warga terdampak, serta berkoordinasi dengan TRC, relawan, dan instansi terkait.

Baca Juga: Dua Sirine Banjir Dipasang di Banjarbaru, Peringatan Jangkau Radius 1,5 Km

Masyarakat diimbau tetap waspada karena prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan di wilayah Balangan. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#BPBD Balangan #warga terdampak banjir #banjir Paringin dan Juai #Banjir Balangan #luapan Sungai Balangan