Camat Aluh-Aluh, Aditya Yudi Dharma, mengungkapkan para korban mengalami luka robek parah akibat serangan kera liar yang agresif. Kondisi ini membuat mereka tidak dapat beraktivitas normal dalam waktu dekat.
"Bahkan ada yang memerlukan belasan bahkan lebih dari 20 jahitan," ungkapnya saat dikonfirmasi media, Minggu (14/12/2025) petang.
Baca Juga: Pembalap Cilik Kalsel Raih IMI Award Usai Juara Kejurnas Motocross 2025
BPBD Salurkan Bantuan Logistik
Kondisi tersebut mendorong Kecamatan Aluh-Aluh mengajukan permohonan bantuan logistik kepada pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar merespons cepat dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.
Kasi Logistik BPBD Banjar, Yanrinaldo Bachdie, mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan kepada para korban pada Jumat (12/12/2025).
Baca Juga: Jalan PM Noor Harus Steril dari PKL Jelang momen 5 Rajab
"Bantuan ini untuk meringankan beban korban yang sementara waktu belum dapat beraktivitas normal akibat luka gigitan kera. Kami berharap dapat membantu kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan," ujar Yanrinaldo.
Pihaknya memastikan pemantauan kondisi korban terus dilakukan serta berkoordinasi dengan kecamatan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas kera liar di permukiman.
11 Korban Tersebar di Dua Kecamatan
Baca Juga: Petani Martapura Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Rumah
Berdasarkan laporan kasus GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies) yang dihimpun Tim Pengelola Zoonosis Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, 11 korban serangan kera liar tersebar di Kecamatan Aluh-Aluh sebanyak 5 kasus dan 6 kasus di Kecamatan Beruntung Baru.
Korban di Kecamatan Aluh-Aluh antara lain Norzaina (6) dan Ahmad Salman (6) warga Desa Pemurus, Gumberi (63) dan Halimatun Nida (19) warga Desa Simpang Warga Dalam, serta Madaniyah (17) warga Desa Simpang Warga Dalam RT 02.
Sementara di Kecamatan Beruntung Baru, korban tercatat bayi M Juhdi Yanor (1 bulan), Nur Azkia Shafira (2), M Reyza (6), M Rizky (4), Salmiah (33), dan Masrupah (55) yang tersebar di Desa Jambu Burung, Pindahan Baru, dan Muara Halayung.
Baca Juga: Qmall Banjarbaru Siapkan Fasilitas 3.000 Jemaah 5 Rajab
Sebagian korban mengalami luka berat. Salah satu lansia tercatat mengalami luka di kaki hingga memerlukan lebih dari 20 jahitan. Sementara korban anak-anak mengalami luka di kaki dan tangan yang membuat mereka harus beristirahat total.
Satu Ekor Kera Berhasil Diamankan
Awal Desember 2025, petugas gabungan bersama relawan melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga kawasan perbatasan. Hasilnya, satu ekor kera berhasil diamankan dan kini menjalani pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: 45 Warung Jablay Banjarbaru Terancam Dibongkar Paksa
"Alhamdulillah satu ekor berhasil ditemukan dan diamankan. Sampelnya sudah dikirim ke Dinas Peternakan untuk diuji rabies. Namun belum bisa dipastikan apakah ini monyet yang selama ini menyerang warga," ujar Camat Aluh-Aluh, Aditya.
Ia menjelaskan, secara umum populasi kera di wilayah pesisir tersebut masih tergolong normal karena habitatnya berada di hutan rambai. Biasanya, kera hanya masuk permukiman untuk mencari makanan, bukan menyerang.
Seekor Kera Agresif
Baca Juga: Bocah Introvert Raih Nanang Favorit Kalsel 2025
"Namun pola luka para korban hampir sama. Ini mengarah pada dugaan satu ekor monyet yang agresif, bukan kelompoknya," jelasnya.
Menurut Aditya, kejadian ini baru pertama kali terjadi. Selama ini masyarakat dan satwa hidup berdampingan dengan baik.
Kendati demikian, ia mengimbau warga tetap tenang, tidak memprovokasi satwa liar, tidak memberi makan kera, serta segera berobat jika kembali terjadi gigitan.
Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, PUPR HSU Tekan Rekanan Rampungkan Proyek
Yanrinaldo juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang berbatasan dengan habitat satwa liar.
"Segera melapor jika menemukan hewan yang menunjukkan perilaku agresif," imbau Yanrinaldo.
"Mudah-mudahan monyet yang diamankan kemarin itu memang pelakunya, sehingga tidak ada kejadian serupa ke depan," harap Aditya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno