Hampir ratusan pedagang membuka lapak di kawasan Car Free Day (CFD) itu.
Kawasan yang biasanya menjadi jalur kendaraan, berubah menjadi pusat wisata kuliner dadakan.
Sejak subuh, area ini sudah hidup. Para pedagang berlomba-lomba mengamankan tempat terbaik.
“Di sini tempatnya gratis. Tidak ada dipungut biaya. Kami kadang mulai pasang dari malam atau subuh hari. Di mana ada kosong, di situ diisi pedagang,” terang salah satu pedagang, Maulida Intan.
Makanan yang dijual di CFD Siring Laut ini sangat beragam, mulai dari jajanan kekinian yang digandrungi kaum milenial hingga hidangan tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Pantauan di lapangan, para pengunjung dimanjakan dengan kuliner daerah seperti Sate Banjar yang mengepulkan asap rempah, hingga Soto Banjar yang hangat. Bahkan ada juga sate Madura dan Bakso Malang.
Selain itu, cemilan merakyat seperti pentol, cilok, dan jagung bakar juga hadir memenuhi selera muda-mudi.
Dan untuk minuman segar ada es kelapa muda, jus buah segar, hingga wedang jahe siap menyegarkan tenggorokan.
Selain makanan, kawasan ini juga dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Kotabaru untuk menjual berbagai produk lain, mulai dari pakaian, kerajinan tangan, hingga kebutuhan sehari-hari.
Keramaian di CFD Siring Laut tidak hanya membius warga lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan luar daerah.
Siti Salmah, seorang wisatawan dari Banjarmasin, mengaku terkejut dan sangat senang menemukan fenomena ini.
“Saya tidak tahu di sini ada wisata kuliner tiap hari Minggu. Alhamdulillah ternyata sangat ramai dan banyak sekali jajanan yang jarang ditemukan, dijual di sini,” ujar Siti Salmah.
Baginya, nuansa pasar dadakan dengan konsep seperti ini adalah ciri khas yang paling dikangenin. Harganya beragam, pilihannya banyak.
"Ini ciri khas. Benar-benar ramai dan harganya beragam banyak yang murah tapi tidak murahan," tambahnya.
Editor : Sutrisno