Justru, juara utama sukses disabet oleh peserta dari luar daerah, yakni Tukijo, peternak asal Banjarbaru.
Kambing jenis PE (Peranakan Ettawa) miliknya berhasil menjadi yang terbaik, membuktikan kualitas ternak dari Banjarbaru unggul di ajang se-Kalimantan ini.
Ditemui usai menerima penghargaan, Tukijo mengaku gembira. "Alhamdulillah, sering kali memang juara," ujar Tukijo.
Ia menjelaskan, kambing juara satunya berusia sekitar dua tahunan, sedangkan juara kedua yang juga miliknya berusia sekitar tiga tahun.
Menariknya, Tukijo bukan sekadar peserta. Ia mengaku dirinya adalah salah satu inisiator utama yang pertama kali mengundang dan menggarap ide kontes di Kalimantan Selatan.
"Yang pertama mengadakan kontes itu saya dulu. Sama-sama rekanan itu," ungkap Tukijo blak-blakan.
Niatannya jelas. Ia prihatin melihat minimnya kegiatan kontes di Kalimantan, padahal di Jawa kontes bisa diadakan hampir setiap minggu.
"Masa Kalimantan enggak ada pernah adakan. Ya gimana caranya supaya Kalimantan Selatan itu bisa mengadakan. Selama saya adakan, sekarang banyak peminat, apalagi peternak-peternak itu. Maksud saya supaya Kalimantan Selatan itu enggak mendatangkan lagi dari Jawa," tegasnya.
Tukijo menambahkan, ketertarikannya pada peternakan bukan hanya soal pendapatan harian, tetapi juga karena adanya kesenangan dalam memelihara ternak.
Mengenai perawatan, Tukijo menyebut kuncinya adalah kebiasaan dan menjiwai ternak.
"Kalau bagi saya, sudah biasa ya enggak susah. Kecuali belum terbiasa ya agak susah. Mandi, segala macam. Betul semuanya harus menjiwai," katanya sambil tersenyum.
Sebelumnya, Ketua Panitia Kepala DKPP Kotabaru Sarwani menjelaskan kontes ini diikuti 38 peternak dengan total 108 ekor kambing, bertujuan meningkatkan mutu genetik dan mendorong praktik peternakan yang baik.
Kehadiran pemenang dari Banjarbaru semakin memperkuat status kontes ini sebagai ajang bergengsi regional yang sukses menarik minat peternak terbaik di Kalimantan.
Editor : Sutrisno