Penilaian dilakukan Selasa lalu di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Sekolah tersebut menjadi satu-satunya dari Tala yang masuk dalam perhelatan Adiwiyata tingkat nasional tahun ini.
Baca Juga: Pesta Kembang Api di Banjarbaru Wajib Kantongi Izin Polisi
Kepala SDN 2 Bumi Jaya Ernawati mengungkapkan, pencapaian ini merupakan hasil proses panjang yang dijalani sejak tingkat provinsi.
Pada 2024, sekolahnya sempat gagal ke tingkat nasional karena nilai belum memenuhi syarat.
"Alhamdulillah tahun ini bisa masuk tingkat nasional. Tim melakukan penilaian mulai dari lingkungan sekolah, taman, kantin, hingga kegiatan pembelajaran indoor maupun outdoor. Namun yang paling utama tetap lingkungan," ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Baca Juga: ISPA Melonjak Drastis di Hulu Sungai Selatan, Tembus 35.404 Kasus
Di Kalimantan Selatan, terdapat 12 sekolah penerima Adiwiyata Mandiri dan 22 sekolah meraih Adiwiyata Nasional.
Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu daerah yang memperoleh penghargaan kategori nasional melalui SDN 2 Bumi Jaya.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan 258 sekolah sebagai penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri (SAM) dan 721 sekolah sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN).
Baca Juga: Akses Masuk Kompleks Sungai Jarak Banjarmasin Terputus Proyek Drainase
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala Gusti Dwi Erzandi Kusuma menegaskan, program Adiwiyata tidak boleh hanya aktif saat penilaian.
"Adiwiyata adalah edukasi lingkungan yang harus diterapkan konsisten. Kami mengapresiasi sekolah yang mau ikut, tetapi jangan hanya giat menata lingkungan ketika ingin dinilai saja. Setelahnya tetap harus dilanjutkan," ujarnya.
Ia menambahkan, kebiasaan menjaga lingkungan di sekolah penting untuk membentuk karakter siswa agar terbawa hingga ke rumah dan kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : M. Ramli Arisno