BANJARMASIN – Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan bahwa tahun 2027, Kalsel tidak lagi hanya menjadi wilayah penyangga pertahanan, melainkan harus berdiri tegak dengan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) Lambung Mangkurat.
Pernyataan itu disampaikan dalam penandatanganan kesepakatan bersama pembangunan Makodam antara TNI, Pemerintah Provinsi Kalsel, dan seluruh bupati/wali kota, Rabu (10/12), di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.
“Sesuai renstra Angkatan Darat, tahun 2027 akan ada Kodam di Kalsel. Maka dari itu, kami bersama pemerintah daerah menyiapkan pembangunan dan fasilitasnya. Dukungan dari Pemprov dan kabupaten/kota sangat kami apresiasi,” tegas Zainul Arifin.
Rencana pembangunan Makodam Lambung Mangkurat bukan proyek kecil. Markas ini akan berdiri di atas lahan 10 hektar. Hibah Pemprov Kalsel di Komplek Perkantoran Banjarbaru, dengan estimasi anggaran mencapai Rp142 miliar lebih.
Bagi Pangdam, proyek ini bukan sekadar bangunan megah, melainkan simbol kemandirian pertahanan Kalsel. Zainul Arifin menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga. Ia menyebut dukungan Pemprov dan DPRD sebagai kunci agar pembangunan berjalan efektif. “Tanpa dukungan politik dan anggaran, Kodam ini tidak akan pernah berdiri,” ujarnya.
Sisi lain, Gubernur Kalsel, Muhidin, menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan komitmen nyata antara pemerintah daerah dan TNI. “Pembangunan Kodam ini disepakati bersama, separuh anggarannya dari pusat (Kementerian Pertahanan) dan separuh lagi dari Pemprov serta kabupaten/kota,” ucap Muhidin.
Ia menerangkan, Pemprov Kalsel telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di kawasan perkantoran Banjarbaru, tepat di dekat Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. “Pusat melalui Kementerian Pertahanan akan menanggung sebagian pembiayaan, sisanya menjadi komitmen bersama Pemerintah Provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota,” ujarnya.
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menyambut langkah ini sebagai tonggak penting. Ia berjanji DPRD akan mengawal penuh, mulai dari regulasi hingga anggaran. “Inisiatif ini bukan hanya memperkuat struktur pertahanan negara, tetapi juga membuka ruang baru bagi percepatan pembangunan daerah,” tegas Supian HK.
Sebelumnya, Kalsel digadang-gadang akan dibangun Makodam. Namun, Mabes TNI memilih Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk menambah enam Kodam baru. Kalsel menjadi bagian dari Kodam XXII/Tambun Bungai, Kalteng.
Yang mana sebelumnya, wilayah Kalteng termasuk ke dalam Kodam XII/Tanjungpura yang berpusat di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sedangkan Kalsel masuk Kodam VI/Mulawarman yang berpusat di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Editor : Arief