Kerusakan parah pada jalur vital ini yang telah berlangsung lama sangat mengganggu aktivitas warga di empat desa. Yakni, Desa Durian Rabung, Jelatang, Batu Laki, dan Malilingin.
Jalur ini merupakan akses alternatif terdekat warga menuju Kandangan. Taufiq Hidayat (26), salah seorang warga terdampak mengatakan, kerusakan yang terjadi beragam, mulai dari bergelombang hingga retak, namun yang paling mengkhawatirkan adalah kemunculan lubang-lubang besar yang menganga.
"Lubangnya cukup besar-besar, bahkan saking besarnya, kalau tiba waktu hujan, jalannya itu tergenang air yang menutupi seluruh bagian yang rusak," keluh Taufiq.
Kerusakan tersebut tidak hanya menghambat waktu tempuh dan mobilisasi, tetapi juga merugikan pengendara. Seringnya kasus kebocoran ban di jalur ini menjadi bukti nyata dampak buruk infrastruktur yang rusak parah.
Di tengah keluhan tersebut, kini muncul kabar baik mengenai penanganan jalur kritis ini. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ahmad Sarbini, Kepala Desa Durian Rabung, yang mengatakan bahwa upaya perbaikan telah berjalan.
Ahmad Sarbini mengonfirmasi bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap, bergerak dari desa ke desa.
"Alhamdulillah, proses perbaikan jalan yang mengalami kerusakan telah dimulai secara bertahap, bergerak dari desa ke desa, dan diharapkan bisa selesai pada akhir bulan Desember ini," ujar Ahmad Sarbini.
Berdasarkan hasil survei lapangan, progres perbaikan jalan saat ini berada pada tahap awal, yaitu Pelapisan Fondasi Bawah (Sub-Base), yang merupakan tahap penghamparan dan pemadatan batu pecah atau kerikil untuk memperkuat struktur jalan dan menjadi lapisan peresap air.
Editor : Sutrisno