Sebanyak 192 titik lampu baru kini menyala penuh untuk memastikan jalur jemaah aman dan terang benderang.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKPLH Banjar, Ali Ilyas, mengatakan revitalisasi ini menjadi prioritas karena sebelumnya ruas tersebut menjadi titik rawan.
Baca Juga: Polsek Jorong Tangkap Pencuri Dua Motor di Rumah Dinas Camat
Banyak tiang PJU yang keropos dan lampu yang redup sehingga membahayakan pengguna jalan.
Tahun ini, usulan perbaikan diajukan dan mendapat persetujuan DPRD sehingga proyek dapat segera dikerjakan.
"Kontrak berakhir 3 Desember, sekarang pekerjaan sudah 100 persen rampung. Sudah diperiksa dan sudah PHO," ungkapnya, Kamis (11/12) sore.
Baca Juga: Ustad Das'ad Latif Ceramah di Tabalong, Singgung Haramnya Suap Politik dan PNS
Revitalisasi mencakup pemasangan 94 tiang double arm dan 4 tiang single arm, dengan total 192 bohlam lampu LED 90 watt berkekuatan 155 lumens.
Nilai anggaran proyek ini mencapai Rp3,2 miliar yang dianggarkan melalui mekanisme e-katalog.
Selain jalur batas kota, DPRKPLH juga melakukan pemeliharaan PJU di sepanjang KM 17–KM 46 yang menjadi rute utama jemaah menuju Sekumpul.
Baca Juga: Satpol PP Banjarbaru Amankan Empat PSK di Eks Lokalisasi Pembatuan
Lampu-lampu yang sebelumnya mati kembali dihidupkan, meski sebagian masih menggunakan tiang lama yang kondisinya layak pakai.
"Memang masih banyak PR, terutama PJU solar cell di kawasan Pal 6 sampai Pal 10. Banyak baterainya bermasalah, jadi maksimal hanya satu lampu per tiang yang bisa dinyalakan," kata Ali.
Ia menilai penggunaan teknologi solar cell kurang efektif untuk kondisi lapangan. Ke depan, DPRKPLH menargetkan seluruh PJU solar cell dikonversi ke sistem konvensional menggunakan jaringan listrik PLN agar lebih stabil dan mudah perawatannya.
Baca Juga: Banjarmasin Perketat Pengamanan Nataru dan Arus Jemaah 5 Rajab
Menurut Ali, perbaikan PJU menjadi kebutuhan mendesak menjelang pelaksanaan Haul Akbar Abah Guru Sekumpul yang selalu dipadati jemaah dari berbagai daerah, bahkan luar provinsi.
Penerangan optimal diperlukan untuk menjamin keamanan, kelancaran arus kendaraan, dan kenyamanan pejalan kaki.
"Revitalisasi ini memang kita gas untuk menyambut Momen 5 Rajab. Tapi idealnya, dukungan anggaran ditingkatkan agar perbaikan PJU bisa diperluas hingga KM 17–Pal 6," ucapnya.
Baca Juga: Pembudidaya dan Nelayan Banjar Diminta Waspada Kenaikan Air Riam Kanan
DPRKPLH memastikan pemeliharaan lanjutan tetap berjalan hingga hari pelaksanaan.
"Kami pastikan jalur A Yani, terutama yang menjadi rute padat jemaah, dalam kondisi penerangan terbaik," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno