BANJARMASIN – Pembangunan Tugu Nol Kilometer Kalsel kembali menjadi sorotan. Digadang sebagai ikon baru Kalsel. Namun, hingga penghujung 2025, tugu megah tersebut tak kunjung dibuka untuk publik.
Tim Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalsel bahkan sampai turun meninjau progres pembangunan pada Senin (8/12). Muhammad Amin, perwakilan TAG, menegaskan arahan Gubernur Kalsel, Muhidin agar tugu segera dimanfaatkan masyarakat. “Pak Gubernur berharap tugu ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemprov sendiri menargetkan, serah terima akan dilaksanakan pada 24–28 Desember mendatang. Meski begitu, hasil peninjauan menunjukkan masih ada pekerjaan tersisa. Dari pencahayaan, videotron, taman, hingga pengecatan pagar yang perlu dituntaskan.
Seperti diketahui, Tugu Nol Kilometer dirancang sebagai menara pandang sekaligus ruang publik modern, lengkap dengan co–working space, ruang rapat, booth UMKM, dan amfiteater terbuka. Ibnu Sina, mantan Wali Kota Banjarmasin yang kini tergabung dalam TAG, menekankan pentingnya kawasan ini sebagai pusat ekonomi kreatif. “Kami berharap sesuai rencana bisa terlaksana. Meskipun tanaman belum tumbuh optimal, paling tidak kawasan sudah rapi dan fungsional,” katanya.
Untuk diketahui, proyek ini menelan anggaran mencapai Rp18 miliar pada tahun ini, setelah sebelumnya juga mendapat alokasi besar. Sementara, Plt Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, menyebut pihaknya optimistis proyek selesai akhir tahun. “Landscape, lighting, dan elemen interaktif kami targetkan selesai akhir tahun,” tegasnya.
Tak kunjung dibuka untuk publik, disayangkan Andriani, warga Banjarmasin. Menurutnya, sejak lama dia menunggu Tugu Nol Km ini dimanfaatkan untuk warga. “Saya sudah ingin sekali melihat Kota Banjarmasin dari ketinggian. Tapi sampai ini tak jelas kapan dibuka. Jangan sampai hanya jadi pajangan,” ujarnya.
Pembangunan Tugu Nol Kilometer ini merupakan salah satu strategi pengembangan yang dilakukan Pemprov Kalsel untuk memperkenalkan dan menciptakan branding termasuk sebagai simbol daerah. Pembangunannya pertama kali mencuat pada saat diperkenalkan di puncak hari jadi Provinsi Kalsel 2018.
Di puncak hari jadi Provinsi Kalsel ke-74 tahun 2024, eks Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyinggung perihal pembangunan Tugu Nol Kilometer ini. Dia mengungkap, pembangunan Tugu Nol Kilometer ini adalah hasil inspirasinya tidur di samping monas sekitar tahun 1990-an. “Orang kita daerah, kalau tak melihat Monas, belum ke Jakarta. Aplikasinya hari ini, kita lihat di sebelah kita Tugu Nol Kilometer menjulang menjadi ikon Kalsel,” ujarnya saat itu.
Editor : Arief