Kondisi ini berdampak langsung pada antrean kendaraan yang tidak lagi mengular seperti sebelumnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa antrean panjang kini justru terjadi pada BBM bersubsidi, yakni Pertalite.
Baca Juga: Disporapar HSS Siapkan Pengamanan Wisata Loksado Jelang Libur Nataru
Meski demikian, warga menilai situasi sudah jauh lebih baik. “Yang jadi masalah itu kalau datang ke SPBU, tapi BBM kosong,” kata Amad, warga Amuntai, Kamis (11/12/2025).
Ia menambahkan bahwa distribusi BBM sepekan terakhir terbilang lancar sehingga antrean tidak terlalu panjang.
Ketua Komisi II DPRD HSU, H. Mukhsin Haita, menjelaskan bahwa rapat koordinasi Satgas BBM memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Banjarmasin Perketat Pengamanan Nataru dan Arus Jemaah 5 Rajab
Usulan penambahan kuota serta pelaporan stok di delapan SPBU membuat informasi lebih transparan.
“Stok BBM dibagikan melalui grup media sosial, sehingga warga bisa mengetahui jenis BBM apa saja yang tersedia di setiap SPBU,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Kuperindag) HSU, Kamaruddin, mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Pasang Sirene Banjir di Dua Titik, BPBD Banjarmasin Segera Rumuskan Ini
Ia juga meminta pengelola SPBU memperbarui laporan stok secara berkala agar pasokan tetap stabil dan distribusi terpantau.
Dari pihak kepolisian, Aiptu Soeyatmi dari Polsek Banjang, mewakili Kapolsek AKP Bobby, menyampaikan bahwa kondisi antrean di SPBU Kaludan Kecil sudah jauh lebih terkendali. “Sepekan ini sudah mulai lancar,” ujarnya singkat.
Dengan perbaikan distribusi ini, masyarakat HSU berharap pasokan BBM tetap stabil agar tidak terjadi kelangkaan serupa di kemudian hari. (*)
Editor : M. Ramli Arisno