Lonjakan Tinggi Muka Air (TMA) yang mencapai 6,80 meter pada Senin (9/1) membuat wilayah ini berada pada status Waspada.
Di sektor perikanan, kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan. Keramba apung yang tersebar di bantaran sungai dan waduk menjadi titik paling rentan ketika permukaan air naik dan arus menguat.
Baca Juga: Jalan Bypass Banjarbaru–Batulicin Kembali Dibuka Usai Evakuasi Longsor, Pengawasan Diperketat
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, menegaskan pembudidaya harus menyiapkan langkah antisipatif.
“Jika air terus naik, keramba berpotensi terangkat, hanyut, atau rusak. Ikan bisa lepas, dan kerugian terjadi dalam hitungan jam,” ujarnya, Rabu (10/12).
Bandi meminta pembudidaya segera memperkuat tali pengikat keramba serta menyiapkan opsi pemindahan ikan ke kolam darat.
Baca Juga: Damkar HSU Buka Rolling Door Depot Air Minum yang Macet di Jumba
Ia menyebut langkah tersebut sebagai metode tercepat untuk menekan risiko kerusakan massal. Selain itu, kolam air tenang juga rawan mengalami penurunan kualitas air saat hujan berintensitas tinggi.
“Tambahkan vitamin seperti vitamin C atau garam. Pastikan saluran pembuangan bersih agar fluktuasi debit tidak langsung menghantam kolam,” imbaunya.
Peringatan turut diberikan kepada nelayan pesisir, terutama di Kecamatan Aluh-Aluh yang terdampak banjir rob dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Tiga Halte Baru Trans Banjarbakula Jalani Uji Coba Pekan Ini
Gelombang tinggi dan angin kencang membuat keselamatan laut menjadi prioritas. “Kalau cuaca tidak bersahabat, jangan memaksakan turun melaut,” tegas Bandi yang juga Plt Kabid Perikanan Tangkap.
Nelayan yang tetap beraktivitas diminta membawa pelampung, kompas, hingga safety code kapal serta tidak berlayar terlalu jauh dari fishing base.
Sementara itu, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan resmi mengeluarkan peringatan dini kepada pemerintah kabupaten/kota di wilayah hilir Riam Kanan.
Baca Juga: Relawan BPK Libatkan Pelajar SMP Galang Dana Tanpa Izin Dinsos
Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, menyebut level ketinggian air telah berada pada Siaga 1.
“Level tadi pagi di Siaga 1, sudah masuk peringatan waspada, dan telah disampaikan ke kabupaten/kota serta masyarakat di bagian bawahnya,” ujarnya, Selasa (9/12).
Meski belum ada laporan permukiman tergenang hingga pukul 17.00 Wita, BPBD menegaskan bahwa kondisi air dapat berubah cepat tergantung curah hujan di hulu.
Baca Juga: Halaman Depan Guest House Sultan Sulaiman Jadi Area Parkir Tamu VIP 5 Rajab
“Debit air stabil, bahkan ada penurunan di bagian hulu. Tetapi potensi bahaya tetap ada,” kata Ariansyah.
BPBD mengimbau masyarakat bantaran sungai menyiapkan jalur evakuasi, titik kumpul, tas siaga, serta surat-surat penting.
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sehingga pemerintah daerah meminta seluruh pelaku perikanan meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Rehabilitasi Narkoba HSU Naik 15 Kali Lipat dalam Dua Tahun
“Setiap potensi bencana dapat dilaporkan melalui Call Center Pusdalops BPBD Kalsel di 0857-7603-2729,” imbaunya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno