Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dorong Banjarbaru Kaji Pembentukan BUMD Logistik Terpadu

Nurhidayat • Rabu, 10 Desember 2025 | 23:05 WIB

NARASUMBER: Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Hj Neni Hendriyawaty SE saat menjadi narasumber pada kegiatan Dewan Masuk Sekolah.
NARASUMBER: Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Hj Neni Hendriyawaty SE saat menjadi narasumber pada kegiatan Dewan Masuk Sekolah.


BANJARBARU – Upaya memperluas sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Banjarbaru. Salah satu opsi yang kini mulai dikaji adalah pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berfokus pada sektor pergudangan serta layanan penunjang aktivitas Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Hj Neni Hendriyawaty SE, mengatakan Banjarbaru berada pada posisi strategis sebagai kota penunjang aktivitas bandara. Hal ini membuat potensi bisnis logistik, distribusi barang, hingga jasa pendukung penerbangan semakin terbuka lebar.

“Pertumbuhan mobilitas di bandara tentu memunculkan kebutuhan baru, termasuk gudang penyimpanan, cold storage, hingga akses distribusi. Banjarbaru seharusnya ikut menangkap peluang ini melalui BUMD yang dikelola profesional,” ujarnya.

Neni menilai kawasan Lik-Lianggang memiliki lahan potensial yang dapat diarahkan menjadi kawasan pergudangan terpadu. Menurutnya, wilayah tersebut bisa dikembangkan menjadi pusat logistik dengan fasilitas modern untuk menyokong kebutuhan regional.

Selain pergudangan, sektor jasa transportasi dan layanan penunjang bandara seperti handling barang hingga distribusi cargo juga dinilai layak digarap pemerintah daerah.

“Jangan sampai Banjarbaru hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi bandara. Peran kota harus lebih nyata melalui unit usaha yang memberi nilai tambah bagi daerah,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap rencana pembentukan BUMD harus didahului dengan studi kelayakan yang komprehensif. Hal ini diperlukan agar perusahaan daerah tidak sekadar berdiri, tetapi benar-benar mampu memberikan pemasukan konkret dan lapangan kerja baru.

“Efisiensi tetap harus dijaga, tetapi membuka sektor usaha yang lebih menjanjikan juga penting sebagai langkah memperkuat arus pendapatan daerah. Kita perlu berani melihat peluang yang realistis,” kata Neni.

Editor : Nurhidayat
#bumd #Neni #DPRD Banjarbaru