Kepala Bidang Bina Perdagangan pada Dinas Perdagangan HSS, Abdul Kodir, menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh dua faktor utama.
Disampaikan Fasilitator Perdagangan, Rif'at, dua faktor utama kenaikan harga cabai dan bawang adalah keterlambatan pasokan dari distributor serta pengaruh cuaca hujan yang mengakibatkan penurunan kuantitas pasokan.
"Penyebab kenaikan harga cabai rawit adalah karena minimnya suplai dan keterlambatan distribusi. Terlebih, beberapa daerah penyuplai cabai terdampak banjir. Untuk komoditas bawang, situasinya serupa, terjadi kekurangan pasokan di mana ketersediaan di tingkat distributor bahkan menjadi rebutan, meskipun permintaan pasar masih tergolong standar," jelas Rif'at.
Abdul Kodir menambahkan, terkait intervensi, pihaknya selalu berdasarkan pada Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang berlaku.
Guna menekan kenaikan harga, khususnya untuk komoditas cabai, mereka telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengeluarkan imbauan.
"Masyarakat diimbau untuk menanam cabai di sekitar rumah masing-masing. Hal ini sangat penting karena kita mendekati hari-hari besar seperti Natal, Tahun Baru, dan Haulan Guru Sekumpul, yang otomatis akan meningkatkan permintaan terhadap cabai dan bawang. Kedua komoditas ini memang rawan mengalami lonjakan harga," tegas Abdul Kodir.
"Selain itu, guna mendukung stabilitas pasokan, khususnya bawang, kami mencoba menjalin kerja sama koordinatif dengan daerah sentra produksi, salah satunya adalah Brebes," ujar Abdul Kodir.
Namun, ia menekankan bahwa informasi detail mengenai tindak lanjut teknis dan perkembangan implementasi dari rencana kerja sama pasokan komoditas ini berada di bawah kewenangan Dinas Ketahanan Pangan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan HSS, Yusup Noor, mengonfirmasi bahwa Kerja Sama Antar Daerah (KAD) pasokan dengan Pemerintah Kabupaten Brebes sudah dilakukan, namun belum dapat terealisasi untuk pendistribusiannya hingga saat ini.
"Kerja sama pasokan ini terhambat oleh dua kendala utama yang saling terkait. Pertama, kendala di sisi suplai, yang mana para pedagang lokal memiliki keterbatasan."
"Yaitu keterbatasan modal dan keterbatasan tempat penyimpanan atau gudang untuk menyimpan komoditas bawang merah dalam jumlah besar. Padahal, pasokan antar daerah idealnya memerlukan volume yang signifikan demi efisiensi logistik."
"Kedua, kendala di sisi permintaan, yang mana ada kecenderungan pembeli yang mayoritas lebih banyak permintaan pada komoditas bawang merah dari daerah di luar Brebes, seperti dari Bima atau Sulawesi, sehingga mengurangi potensi serapan pasar terhadap komoditas yang akan dipasok dari Brebes," papar Yusup.
Oleh karena itu, Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan HSS akan terus mencari solusi strategis, tidak hanya berfokus pada sisi pasokan, tetapi juga mempertimbangkan aspek logistik, permodalan, dan sosialisasi kepada pasar agar upaya stabilisasi harga, terutama menjelang hari-hari besar, dapat berjalan optimal.
Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menanam komoditas yang rawan lonjakan harga, seperti cabai, sebagai langkah mandiri untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga. Pihak terkait juga akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan di lapangan.
Editor : Sutrisno