Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rob Rendam 19 Desa di Aluh-Aluh, Air Setinggi Pinggang

M Fadlan Zakiri • Selasa, 9 Desember 2025 | 20:01 WIB

TERGENANG: Genangan rob menutup badan jalan di depan Kantor Camat Aluh-Aluh, Senin (8/12/2025) malam.
TERGENANG: Genangan rob menutup badan jalan di depan Kantor Camat Aluh-Aluh, Senin (8/12/2025) malam.
MARTAPURA - Beberapa hari terakhir, gelombang air pasang atau rob kembali menghantam wilayah pesisir Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.

Hadriani, warga setempat, mengaku harus ekstra hati-hati setiap air merendam lantai rumahnya.

Selain karena ketinggian air, ia juga khawatir dengan derasnya angin laut yang belakangan ini sering menerjang kawasan Aluh-Aluh.

Baca Juga: Dua Taman di Banjarbaru Lolos Audit RBRA Nasional

"Ketinggiannya bervariasi, dari lutut hingga setinggi pinggang orang dewasa," ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (9/12/2025).

Bahkan, kata Hadri, halaman depan Kantor Camat Aluh-Aluh pun juga ikut terendam hingga mencapai lutut orang dewasa.

Sementara di Desa Simpang Warga, genangan lebih tinggi hingga menyentuh bagian pinggang.

Baca Juga: Disdik Banjar Siapkan 55 Sekolah untuk Penginapan 5 Rajab

Kondisi tersebut menjadi pola tahunan bagi kawasan yang dikelilingi rawa, sungai-sungai kecil, dan muara yang langsung terhubung ke Laut Jawa.

Camat Aluh-Aluh Aditya Yudi Dharma membenarkan hal tersebut. Dibeberkannya bahwa saat ini total ada sebanyak 19 desa di kecamatan yang berada di dataran rendah pesisir selatan Kabupaten Banjar itu terendam air.

Ia menegaskan fenomena ini bukan dipicu curah hujan tinggi, melainkan karakter geografis Aluh-Aluh sebagai daerah dataran rendah pesisir yang rentan terhadap pasang air laut.

Baca Juga: Sungai Riam Kiwa dan Riam Kanan Masuk Status Siaga 1

"Setiap akhir tahun sampai awal bulan, air laut biasanya dalam kondisi pasang. Jadi rob seperti ini memang sering terjadi. Bukan karena hujan, tetapi murni karena pasang laut," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin malam.

Aditya menjelaskan, kecamatan yang terdiri dari desa-desa sungai seperti Aluh-Aluh Besar, Aluh-Aluh Kecil, Tambak Padi, Podok, hingga Balandean itu berada pada elevasi hanya sedikit di atas permukaan laut.

Topografi yang rata dan minim tanggul alami membuat air laut mudah masuk melalui alur sungai saat pasang besar.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Sungai Veteran Tempekong-Zamzam On Track

Meski seluruh desa terdampak, ia memastikan durasi genangan tidak berlangsung lama.

"Biasanya 5 sampai 6 jam air akan surut lagi. Bahkan besok paginya, sungai di depan kantor camat bisa sampai memperlihatkan dasar tanah karena surutnya sangat rendah," jelasnya.

Camat mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat air naik pada malam hari.

Baca Juga: Pengadilan Agama Batulicin Belum Terima Izin Poligami

Selain listrik, warga diminta memperhatikan potensi hewan berbahaya, seperti ular atau biawak yang kerap terbawa air saat rob meluas.

"Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan," pungkasnya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#pasang laut Aluh Aluh #banjir pesisir Banjar #genangan Aluh Aluh #banjir rob Banjar #rob Aluh Aluh