Intensitas hujan tinggi sejak dini hari membuat debit air dari dataran tinggi meluncur deras ke badan jalan yang berada di kontur rendah.
Dari data yang terhimpun, sekitar pukul 08.00 Wita, ketinggian air sudah mencapai paha orang dewasa.
Baca Juga: Pemkab Tabalong Pecahkan Rekor MURI Penyajian 19.497 Porsi Paliat
Bahkan pada pukul 10.00 Wita, arus air semakin deras hingga memutus akses lalu lintas di jalur alternatif strategis tersebut.
Polsek Pengaron: Banjir Rendam Jalan hingga 60 Sentimeter
Kepala Kepolisian Sektor Pengaron Ipda Suparman membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan, akses jalan mulai terendam banjir dan terputus sekitar pukul 10.00 Wita.
Baca Juga: Dua Pengedar Sabu Ditangkap Polres HSU, Satu Pelaku dari Semarang
"Akses jalan mulai terendam banjir (terputus) sekitar pukul 10.00 Wita," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin sore.
Banjir yang merendam ruas sepanjang kurang dari 20 meter itu mencapai kedalaman 50–60 sentimeter. Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan roda empat kesulitan melintas dengan aman.
Mobil Honda HRV Mogok di Tengah Genangan Banjir
Baca Juga: Tips Aman Terobos Banjir Rob Banjarmasin agar Motor Tidak Mati Mendadak
Sebuah unit Honda HRV bahkan mogok di tengah genangan air, seperti terlihat dalam video yang beredar di akun Facebook Warga Banua News.
Video tersebut memperlihatkan warga sekitar bergotong-royong mendorong mobil yang terjebak di tengah aliran air deras.
"Mobil haja harat, dapatnya banyu mati jua ae," celetuk perekam video sambil menyorot mobil yang didorong warga.
Baca Juga: Polres Balangan Waspadai Lonjakan Peredaran Narkoba Jelang Nataru 2024
Akibat banjir ini, arus kendaraan mengular panjang dari dua arah. Pengemudi terpaksa memperlambat laju kendaraan.
Sementara sebagian memilih berhenti karena ragu menerobos genangan yang cukup dalam dan berarus deras.
Aparat Dusun Imbau Pengendara Ekstra Waspada
Baca Juga: Bank Kalsel Tawarkan Kemudahan Finansial bagi Masyarakat di HUT Kabupaten Tapin
Warga sekitar turun tangan membantu mendorong kendaraan yang terjebak di tengah aliran air. Aparat Dusun Alimukim, Lisa Ariani, mengimbau pengendara agar ekstra waspada saat melintas di area tersebut.
"Air deras mengalir melintas jalan. Mohon hati-hati bagi yang hendak melintas," ujarnya.
Banjir yang sempat viral di media sosial ini akhirnya surut sekitar pukul 14.00 Wita. Akses jalan Banjarbaru–Batulicin kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.
Baca Juga: Calon Haji Tanah Bumbu 2026 Dapat Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kendati demikian, aparat kepolisian tetap meminta pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir tahun.
"Bagi pengendara, terutama ketika cuaca hujan, tetap hati-hati dan waspadai genangan di jalur ini," pesan Ipda Suparman.
Titik Banjir Langganan Tahunan di Dataran Rendah
Baca Juga: Jelang Nataru, Pemkab HSU Gelar Pasar Murah untuk Stabilkan Harga, UMKM Lokal Ikut Terdongkrak
Ruas jalan Banjarbaru–Batulicin dikenal berkontur menantang dengan tanjakan dan turunan bukit serta tikungan tajam.
Titik banjir di Desa Alimukim berada tepat pada area turunan perbukitan yang menjadi dataran rendah, tidak jauh dari Rest Area Sungai Pinang.
Tingginya curah hujan yang mengguyur Kalimantan Selatan beberapa hari terakhir diduga kuat menjadi pemicu utama luapan air yang menutup jalur strategis tersebut.
Baca Juga: Tapin Hibahkan 25 Hektare Tanah Untuk Pembangunan Batalyon
Kapolsek Pengaron membeberkan bahwa kawasan ini memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
"Banjir tahunan, biasanya terjadi ketika hujan sangat deras. Area ini memang dataran rendah yang jadi muara air dari perbukitan," lugasnya.
Meski kini sudah dapat dilintasi kembali, warga diminta tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem berikutnya.
Baca Juga: Diduga Mabuk, Pemuda di Sungai Loban Tanah Bumbu Memukul Kakak Ipar dengan Balok Kayu
Pengendara yang melintas disarankan untuk memeriksa prakiraan cuaca terlebih dahulu dan menghindari melintas saat hujan deras. (*)
Editor : M. Ramli Arisno