AMUNTAI - Upaya peningkatan kualitas sumber daya aparatur terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU). Hal ini ditandai dengan keikutsertaan 380 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah dalam Tes Profiling ASN (ProASN) di Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru, Kamis (4/12/2025).
Tes ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi, melainkan bagian dari agenda besar reformasi birokrasi untuk mencetak ASN yang profesional, memiliki kapasitas unggul, serta mampu menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.
Sekretaris BKPSDM HSU, Adi Ramadhani menegaskan ProASN merupakan instrumen pemetaan kompetensi yang sangat penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan karier dan peningkatan kapabilitas ASN ke depan.
“ProASN ini menjadi instrumen penting bagi kita semua dalam melihat potensi dan kemampuan ASN. Hasilnya akan membantu pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan SDM yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Adi mengimbau seluruh peserta agar mengikuti proses tes secara sungguh-sungguh, jujur, dan penuh percaya diri. Integritas, katanya, menjadi pondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berkinerja tinggi.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti tes ini dengan maksimal. Jaga fokus, jaga integritas, dan jadikan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri,” tambahnya.
Tes ProASN ini terdiri atas 700 butir soal yang mengukur berbagai aspek, mulai dari potensi psikologis, kompetensi manajerial dan sosial kultural, literasi digital, hingga pemetaan preferensi karier ASN. Penilaian dilaksanakan dalam tiga gelombang pada 4, 5, dan 8 Desember 2025.
Adi Ramadhani juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan BKN Kanreg VIII Banjarbaru, yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan secara penuh sehingga proses penilaian dapat berjalan efektif dan terstruktur.
Dengan adanya ProASN ini, Pemerintah HSU berharap lahir aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, kreatif, serta mampu bersaing dalam birokrasi modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kualitas pelayanan publik yang unggul.
Editor : Fauzan Ridhani