Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah menyatakan siap menjadi penjamin bagi jemaah yang sakit mendadak dan memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Kebijakan ini muncul setelah evaluasi terhadap persoalan tahun lalu. Saat itu, beberapa jemaah tertahan saat hendak dirujuk ke rumah sakit karena tidak memiliki penjamin administrasi.
Baca Juga: Ni Made Arum Citra Dewi: Penari Remaja Asal Batola, Bersungguh-sungguh Ingin Lestarikan Budaya Bali
"Dari relawan banyak yang mengingatkan. Kalau ada kejadian atau jemaah sakit mendadak, mereka selalu terkendala penjamin. Tahun lalu ada yang tertahan ketika mau dibawa ke rumah sakit," ujar Bang Iwan, sapaan akrabnya, Minggu (7/12/2025).
Masalah timbul karena jemaah yang sakit tidak selalu didampingi keluarga. Sementara rumah sakit dan puskesmas tetap memerlukan penjamin administrasi sebelum melakukan tindakan medis.
Melihat urgensi situasi, DPRD Tapin langsung berkoordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk memastikan sistem berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga: Molor Terus, RPU Modern Banjarmasin Belum Juga Beroperasi, Padahal Sudah Dibangun Sejak 2023
"Kami di DPRD siap menjadi penjamin. Ini sudah kami koordinasikan dengan Bagian Kesra agar sistemnya berjalan tanpa hambatan," tegas Achmad Riduan.
Dengan kebijakan ini, jemaah asal Tapin maupun luar daerah yang sakit saat mengikuti kegiatan 5 Rajab di Bumi Ruhuy Rahayu tidak lagi terhalang prosedur administrasi.
Begitu memerlukan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit, mereka bisa langsung ditangani.
Baca Juga: Rawan Penyakit Pasca Rob, Warga Banjarmasin Diimbau Hindari Genangan Air
"Khusus jemaah momen 5 Rajab, apabila membutuhkan layanan darurat, kami pastikan bisa langsung masuk dan ditangani. Tidak ada lagi menunggu penjamin," tambahnya.
Kebijakan tersebut disambut baik para relawan. Ketua Forum Komunikasi Relawan Majelis Taklim Kabupaten Tapin, Habib Achmad Syarif Babud, mengapresiasi langkah DPRD Tapin.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi keinginan Bapak Ketua DPRD Tapin siap menjadi penjamin para jemaah," ucap Habib Syarif.
Baca Juga: Semua Fun dan Bahagia, Dari Seli Nanjak ke Bunglai Fun KOM Challenge 2025
Dia mengakui, kendala serupa memang ditemukan relawan di lapangan tahun sebelumnya.
Dengan kebijakan baru ini, dia berharap tidak ada lagi hambatan yang dihadapi relawan maupun jemaah selama momen 5 Rajab.
Para relawan menilai keputusan DPRD Tapin sangat membantu, mengingat arus jemaah pada 5 Rajab biasanya padat dan risiko kelelahan atau gangguan kesehatan meningkat. (*)
Editor : M. Ramli Arisno