Dengan estimasi kehadiran lima juta jemaah, potensi sampah diperkirakan mencapai 2.500 ton hanya dalam beberapa hari.
Angka itu menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara modern dan terencana.
Baca Juga: Delegasi GIZ Kawal Mitigasi Banjir Banjar, 151 Desa Masuk Zona Risiko
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar, Ikhwansyah, menyebut penanganan sampah menjadi fokus utama jelang kegiatan tahunan terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.
“Kalau lima juta jemaah menghasilkan setengah kilogram sampah saja, totalnya sudah 2,5 juta kilogram. Ini tantangan nyata di depan mata,” tegasnya, Jumat (5/12).
Menurutnya, pola pengelolaan konvensional tak lagi memadai menghadapi lonjakan ekstrem seperti ini. Tanpa strategi khusus, daerah dipastikan kewalahan.
Baca Juga: Pangdam Tambun Bungai Kunjungi HSU! Buka Babak Baru Pembangunan Infrastruktur Desa
Keterbatasan kapasitas layanan—mulai dari pemilahan, transportasi, hingga pembuangan akhir—dinilai belum sebanding dengan volume sampah yang akan muncul.
Kondisi itu diperparah oleh pertumbuhan penduduk, luasnya sebaran wilayah, serta minimnya pendanaan dan sarana pendukung.
Kepala DPRKPLH Banjar, Bayhaqie, menjelaskan bahwa tantangan tersebut hanya bisa diatasi melalui dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) 2025–2045.
Baca Juga: Milad Bupati HSU Kumpulkan Donasi Rp47 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
“Ini arahan langsung Bupati. RIPS harus realistis, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” ujarnya.
RIPS disusun tidak hanya sebagai pedoman teknis, tetapi juga sebagai pintu masuk investasi dan kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Melalui konsultasi publik, DPRKPLH memvalidasi temuan tim ahli dan menampung masukan perangkat daerah, termasuk penyusunan skema penanganan sampah darurat saat pelaksanaan 5 Rajab.
Baca Juga: Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby Sidak Pasar Bauntung! Harga Cabai Ternyata Melonjak
Strategi ini mencakup pengerahan penuh jajaran kebersihan, kecamatan, relawan, serta koordinasi lintas perangkat daerah untuk menjaga kebersihan Kota Martapura selama kegiatan berlangsung.
Pemkab Banjar menegaskan bahwa persiapan tak hanya bertujuan mengatasi volume sampah jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
“Tentu kita akan mematangkan strategi darurat penanganan sampah selama momen 5 Rajab sekaligus memperkuat fondasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkas Bayhaqie. (*)
Editor : M. Ramli Arisno