BANJARMASIN – Memasuki akhir tahun, masyarakat tak hanya diminta waspada terhadap potensi bencana alam dan cuaca ekstrem, tetapi juga pada penyakit musiman yang kerap meningkat saat musim hujan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengatakan musim hujan biasanya diikuti lonjakan penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, serta penyakit kulit akibat kontak dengan air kotor atau genangan.
“Kelembapan tinggi dan banyaknya genangan menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Sementara perubahan cuaca dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Ramadhan meminta masyarakat tetap tenang, namun proaktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Musim hujan memang berisiko, tapi kita bisa mencegah penularan penyakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ucapnya.
Banjarmasin sendiri kerap terdampak banjir rob menjelang akhir hingga awal tahun.
Karena itu, Dinas Kesehatan mengingatkan agar masyarakat terutama anak-anak tidak bermain atau mencuci di air banjir.
“Segera bersihkan diri setelah kontak dengan air kotor,” tegasnya.
Jika mengalami gejala penyakit, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Jangan menunggu lebih dari dua hari, apalagi jika demam tinggi tak turun atau muncul tanda bahaya seperti nyeri perut, mimisan, atau tubuh terasa sangat lemas,” pesan Ramadhan.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih air konsumsi.
Air minum yang direbus hingga mendidih dapat meminimalkan risiko penyakit saluran pencernaan seperti diare.
Editor : Eddy Hardiyanto