Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

RSUD Tanjung Kekurangan 100 Bed, Pasien Terpaksa Dirawat di Selasar

Ibnu Dwi Wahyudi • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:14 WIB

PRESENTASI: Direktur RSUD H Badarudin Kasim Tanjung, Setiawan Andri Wibowo menunjuk denah RSUD H Badaruddin Kasim.
PRESENTASI: Direktur RSUD H Badarudin Kasim Tanjung, Setiawan Andri Wibowo menunjuk denah RSUD H Badaruddin Kasim.
TANJUNG — Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Badaruddin Kasim Tanjung memprihatinkan.

Jumlah tempat tidur atau bed untuk rawat inap jauh di bawah standar pelayanan kesehatan. Akibatnya, pasien terpaksa dirawat di selasar ruangan karena keterbatasan kapasitas.

Direktur RSUD H Badaruddin Kasim Tanjung, Setiawan Andri Wibowo, mengatakan sesuai standar pelayanan kesehatan, rasio ideal adalah satu bed per seribu penduduk.

Baca Juga: Petik Pucuk Daun Singkong, Warga Landasan Ulin Diserang Celurit

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Tabalong mencapai 270 ribu jiwa, seharusnya rumah sakit menyediakan 270 bed. Namun kenyataannya, RSUD ini hanya memiliki 170 bed.

"Jumlah penduduk Tabalong sebanyak 270 ribu orang. Saat ini di rumah sakit bednya hanya ada 170 bed. Jadi masih kurang seratus bed, karena sesuai standar seharusnya 270 bed," terang Setiawan, Kamis (4/12/2025).

Dampak kekurangan bed ini sangat terasa. Pelayanan rawat inap kerap tidak mampu menampung pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

Baca Juga: Warga Desa Sarigadung Tanah Bumbu Keluhkan PJU Mati hingga Drainase

Dalam kondisi darurat, pasien terpaksa dirawat di selasar ruangan karena tidak ada tempat tidur tersedia.

Lebih parah lagi, beberapa ruang rawat inap terpaksa mengalami perubahan fungsi untuk mengatasi lonjakan pasien. Ruang yang seharusnya diperuntukkan bagi satu jenis perawatan, kini dialihkan untuk kebutuhan lain.

"Untuk ruang penyakit dalam menggunakan ruang bersalin. Ruang anak dipakai ruang bersalin," beber Setiawan.

Baca Juga: Distribusi Belum Stabil, Satgas BBM HSU Intensifkan Sidak Lapangan

Alih fungsi ruangan ini tentu menimbulkan persoalan baru dalam pelayanan kesehatan. Pasien tidak mendapat perawatan di ruang yang sesuai dengan kondisi medisnya.

Selain itu, potensi risiko infeksi silang antar pasien dengan penyakit berbeda juga meningkat.

Menghadapi kondisi ini, Setiawan berharap ada penambahan ruang rawat inap dan bed di rumah sakit yang beralamat di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak tersebut.

Baca Juga: Ditemukan Kesalahan Ukur 0,02%–0,05% di SPBU HST, Disdag: Masih Sesuai Standar

Penambahan kapasitas harus disesuaikan dengan standar pelayanan minimal rumah sakit.

"Harapan itu tidak sekadar dari Pemkab Tabalong, namun juga butuh dukungan anggaran pemerintah pusat untuk penambahan bed," ungkap Setiawan.

Ia menegaskan, penambahan bed bukan hanya soal menambah jumlah tempat tidur, tapi juga harus diikuti dengan penambahan ruang rawat inap yang memadai.

Baca Juga: DPRD Minta Santri Penerima Beasiswa Hadirkan Dampak Nyata untuk Daerah

Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat Tabalong bisa optimal dan sesuai standar. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#RSUD Tanjung #kekurangan tempat tidur #rawat inap selasar #standar pelayanan rumahsakit #Badaruddin Kasim