PARINGIN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 serta arus jemaah menuju 5 Rajab Sekumpul, Pemerintah Kabupaten Balangan mulai memetakan potensi kerawanan di berbagai sektor.
Fokus utama diarahkan pada mobilitas masyarakat, pengamanan ruang publik, hingga antisipasi bencana.
Kadishub Balangan, Musa Abdullah mengatakan ada sembilan titik perhatian yang kini menjadi prioritas.
Mulai dari deteksi dini kerawanan, penguatan koordinasi Forkopimda, kesiapan lintas instansi, hingga pengamanan jalur pergerakan masyarakat.
“Mobilitas Nataru dan kegiatan keagamaan biasanya melonjak tajam. Semua masukan langsung kami tindaklanjuti di lapangan,” ujar Musa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/12) pagi.
Ia menambahkan, pengamanan tempat ibadah, stabilitas sosial, kesiapan posko terpadu, serta mitigasi ancaman keamanan menjadi bagian penting dari langkah preventif yang disusun.
Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi menegaskan bahwa persiapan tidak hanya difokuskan untuk Nataru, tetapi juga untuk mengamankan jalur ribuan jemaah yang melintas menuju Sekumpul.
Posisi Balangan yang menjadi penghubung Tabalong, Kaltim, dan Kalteng membuat pengamanan harus lebih komprehensif.
“Kami pastikan arus jemaah menuju Sekumpul berjalan lancar. Cuaca, potensi bencana, dan keamanan jalur kami awasi penuh,” tegasnya.
Kapolres menyebut seluruh unit telah memahami pola koordinasi dan tugas masing-masing.
Yang dibutuhkan sekarang adalah eksekusi cepat dan konsisten di lapangan.
“Dengan kerja bersama, kami optimistis Nataru dan Haul Abah Guru Sekumpul berlangsung kondusif serta aman,” ujarnya.
Editor : Eddy Hardiyanto