Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Empat Guru di Tabalong Tunjukkan Inovasi Pendidikan untuk IGA 2026

Nurhidayat • Rabu, 3 Desember 2025 | 04:01 WIB

INOVASI: Empat guru inovator wilayah utara Tabalong saat mengikuti sesi coaching clinic inovasi pendidikan.
INOVASI: Empat guru inovator wilayah utara Tabalong saat mengikuti sesi coaching clinic inovasi pendidikan.


TABALONG- Empat guru dari wilayah utara Kabupaten Tabalong terpilih sebagai inovator pendidikan dan telah menyiapkan berbagai inovasi unggulan untuk mengikuti ajang Inovasi Pemerintahan Daerah, yaitu  Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026. Mereka adalah Yustina Elifyanti SPd dan Ratna Dewi Puspita Sari SPd dari SMPN 2 Muara Uya, Sutami SPd dari SMPN 3 Muara Uya, serta Lucas Djatmiko HN SPd dari SDN 1 Ribang.

Sebelum mematangkan inovasinya, para guru mengikuti rangkaian coaching clinic yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong pada 27–29 November. Kegiatan berlangsung di Emerald Meeting Room dan Ball Room lantai dua Hotel Aston, dipimpin langsung oleh Gusti Rahmad Hidayat SPd MM.

Selama pembinaan, dua narasumber dari Bappedalitbang Tabalong, Andini dan Nurul, memberikan penguatan teknis kepada 31 inovator yang hadir. Melalui coaching clinic tersebut, para peserta dapat menyempurnakan proposal inovasi mereka dengan dukungan data yang lebih lengkap dan terstruktur.

Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah GASAK (Gerakan Satu Anak Satu Lubang Kompos) oleh Yustina Elifyanti, Ketua Adiwiyata SMPN 2  Muara Uya. Program ini mengajak setiap anak membuat dan mengelola satu lubang kompos sebagai upaya menanamkan kesadaran pengelolaan sampah organik sejak dini. GASAK tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan.

Guru lain dari SMPN 2 Muara Uya, Ratna Dewi Puspita Sari memperkenalkan inovasi MATAHARI (MAtematika Tutor sebayA Himpun Aku Raih Ilmu). Model ini memberdayakan siswa sebagai tutor sebaya untuk menjelaskan materi matematika di depan kelas. Inovasi ini terbukti menjaga keberlangsungan pembelajaran, termasuk ketika guru berhalangan hadir.

Sementara itu, guru IPA SMPN 3 Muara Uya, Sutami menghadirkan PAZZEL GAME, metode pembelajaran IPA Terpadu berbasis permainan menyusun puzzle materi. Cara ini meningkatkan antusiasme dan kerja sama siswa dalam memahami konsep abstrak.

Inovasi berikutnya, Sungjar (Sungsung Belajar) dari Lucas Djatmiko HN SDN 1 Ribang, merupakan kegiatan pembiasaan pagi yang mencakup doa, lagu kebangsaan, janji siswa, hingga membaca bersama. Program ini membantu menyiapkan kondisi mental dan emosional siswa sebelum pelajaran dimulai, sekaligus memperkuat karakter dan budaya literasi.

Keempat inovasi ini menjadi kontribusi nyata guru-guru wilayah utara Tabalong dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat peluang daerah pada ajang IGA 2026.

"Kami para inovator berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak, agar pembelajaran lebih bermakna dan siswa semakin termotivasi. Semoga langkah kecil ini ikut meningkatkan kualitas pendidikan di Tabalong,” ucap Yustina Elifyanti.

Editor : Nurhidayat
#IGA #Tabalong #Guru Inovator #inovasi #Guru