Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu Sulhadi mengatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan mulai meningkat dan mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan.
"Yang kami khawatirkan itu (puncaknya) di pertengahan Desember dan Januari," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (1/12).
Baca Juga: Balangan Raih 76 Medali di Peparprov Kalsel 2025, Finis Peringkat 9
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD akan menggelar apel kesiapsiagaan personel dan peralatan pada Kamis (5/12) mendatang.
Pemantauan curah hujan dilakukan melalui sistem peringatan dini (early warning system/EWS) yang terpasang di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS): Batulicin, Kusan, dan Satui.
Sulhadi menyebut, pihaknya terus memantau peningkatan curah hujan, termasuk kemungkinan penetapan status siaga darurat apabila risiko banjir meningkat. "Untuk sekarang masih belum," katanya.
Baca Juga: Yuni Sulaiman Kembali Pimpin Golkar Banjarmasin, Terpilih Aklamasi di Musda
Berdasarkan pemetaan BPBD, hampir seluruh desa di tiga DAS tersebut berpotensi terdampak jika intensitas hujan tinggi terjadi di bagian hulu.
Pemetaan dilakukan berdasarkan curah hujan di kawasan pegunungan dan sebaran DAS.
Di DAS Batulicin, wilayah rawan meliputi Desa Sela Selilau dan Karang Bintang (Kecamatan Karang Bintang), serta Desa Maju Makmur dan Maju Bersama (Kecamatan Batulicin).
Baca Juga: Dinkes Kalsel Siapkan Layanan Kesehatan untuk Jamaah 5 Rajab Sekumpul
Di DAS Kusan, desa berpotensi banjir berada di Kecamatan Teluk Kepayang (Mangkalapi, Tibarau Panjang, Tapus), Kusan Hulu (Lasung, Anjir Baru, Rukam, Pacakan, Bakarangan), dan Kusan Tengah (Salimuran, Serdangan, Saring Sungai Binjai, Karya Bakti, Satiung).
Sementara di DAS Satui, wilayah rawan berada di Desa Jombang, Sinar Bulan, Sungai Danau, Satui Timur, dan Satui Barat (Kecamatan Satui).
Anak Sungai Satui, yakni Sungai Nibung di Kecamatan Angsana, juga berdampak pada Desa Karang Indah dan Angsana. (*)
Editor : M. Ramli Arisno