Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menyebut sebagian besar wilayah berada pada kisaran 100–150 milimeter per dasarian.
Sementara kawasan hulu dan tengah mencapai 150–200 milimeter. “Hujan diperkirakan turun empat sampai enam hari dalam sepekan. Ini kategori tinggi, tapi belum ekstrem,” ujarnya, Senin (1/12).
Baca Juga: Wakil Rakyat Monitoring Langsung Soal Pertalite dan Pertamax ke IT Pertamina
Meski demikian, hujan berulang tetap berpotensi menimbulkan gangguan. BPBD mengingatkan risiko genangan, kenaikan debit sungai, serta longsor lokal di daerah perbukitan.
“Kami imbau warga selalu memantau lingkungan, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng Meratus,” kata Rahmi.
Ia juga menanggapi kekhawatiran warga pascabanjir bandang di Medan, Padang, dan Aceh. Menurutnya, Balangan memiliki potensi banjir bandang dalam skala lokal, dipengaruhi kontur Pegunungan Meratus dan banyaknya aliran sungai kecil yang cepat meluap saat hujan terus-menerus.
Baca Juga: PUPR Banjarbaru Resmi Laporkan 91 Bollard Hilang ke Polisi
“Risiko itu ada, khususnya di wilayah hulu sungai dan lereng curam. Tidak sebesar daerah lain, tetapi tetap harus diwaspadai,” jelasnya.
BPBD memetakan sejumlah wilayah rawan. Untuk potensi banjir bandang, kawasan yang dicermati antara lain Simpang Nadung, Kembang Kuning, Uyam, Marindi, Putat Basiun, Bihara Hilir, beberapa titik hulu Halong, hingga kantong sungai kecil di Batumandi.
Sedangkan potensi banjir besar dan genangan kiriman dari hulu dapat terjadi di Paringin, Paringin Selatan, Lampihong, dan Juai.
Baca Juga: Alfamidi Super kedua Hadir di Pekapuran Raya Banjarmasin
Memasuki awal Desember hingga puncak musim hujan, BPBD meminta warga memperkuat kesiapsiagaan.
Masyarakat diminta mengamankan barang penting, memantau ketinggian air, dan menghindari aktivitas di sungai, jembatan gantung, serta area rawan longsor saat hujan deras.
Pemerintah desa juga diminta memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul siap digunakan.
Baca Juga: Di Menit Akhir Pendaftaran, Pelamar Calon Direksi PAM Bandarmasih Melonjak Jadi 12 Orang
“Jangan abaikan peringatan dini dari BMKG dan informasi SIGAB BPBD. Warga juga perlu menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, air minum, obat-obatan, dan senter,” tegasnya.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Pemkab Balangan telah menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi sejak 12 November 2025 hingga 31 Januari 2025.
BPBD juga menggelar rapat koordinasi lintas sektor, apel siaga, pemasangan papan peringatan, monitoring debit sungai bersama relawan, serta edukasi melalui SIGAB, media sosial, dan sekolah.
Baca Juga: Pimpin FGD, Bupati HST Paparkan Tiga Langkah Pengendalian Inflasi Daerah
“Semua langkah ini agar masyarakat siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Tujuannya bukan hanya merespons bencana, tapi menekan risikonya sejak awal,” pungkas Rahmi. (*)
Editor : M. Ramli Arisno