Edy, salah satu anggota Damkar HSU, sudah berkali-kali turun langsung mengevakuasi sarang vespa. Dari pengalamannya di lapangan, ia tahu betul di mana hewan agresif ini paling suka membuat sarang.
“Paling sering itu di atap rumah, tepatnya dalam plafon. Kadang di tumpukan kayu yang tidak terpakai, bahkan di kolong rumah,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Lokasi-lokasi tersembunyi itu membuat keberadaan sarang sering tak disadari pemilik rumah hingga tawon mulai menyerang.
Edy juga mengingatkan bahaya sengatan tawon vespa. Meski satu sengatan saja sudah menyakitkan, bahaya yang sesungguhnya muncul ketika serangan terjadi secara berkelompok.
“Banyak korban disengat. Kalau serangan massal, itu bisa mematikan,” jelasnya mewakili Kabid Linmas dan Damkar HSU, H. Barkat Syahrul Kalam.
Karena itu, ia menekankan agar masyarakat tidak mencoba mengevakuasi sarang vespa sendiri. Menurutnya, tanpa pengetahuan dan perlindungan yang tepat, risiko cedera sangat tinggi.
“Yang sudah berpengalaman saja masih bisa tersengat, padahal sudah pakai alat pelindung diri,” katanya.
Damkar HSU mengimbau warga segera melapor jika menemukan sarang tawon vespa di lingkungan rumah atau permukiman. Evakuasi tetap harus dilakukan, namun dengan prosedur yang aman dan oleh petugas yang terlatih.
Dengan kewaspadaan dan kerja sama masyarakat, diharapkan potensi bahaya dari tawon vespa dapat diminimalkan.
Editor : Sutrisno