Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hadirkan Maestro Seni! MP2AF Bikin Pelajar Kotabaru Belajar Seni Langsung dari Hutan Meranti

Jumain Radar Banjarmasin • Jumat, 28 November 2025 | 15:16 WIB
MP2AF: Salah satu kelompok pelajar Kotabaru yang diberikan materi oleh maestro seni di Hutan Meranti.
MP2AF: Salah satu kelompok pelajar Kotabaru yang diberikan materi oleh maestro seni di Hutan Meranti.

KOTABARU – Gelaran Meranti Putih Performance Arts Fest (MP2AF) jilid empat dipastikan tampil lebih dahsyat dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengusung tema ambisius “Harmoni Hijau Merupa Alam”, festival yang digelar Disparpora Kotabaru ini berlangsung selama tiga hari, 28–30 November 2025.

Mereka menjadikan Hutan Wisata Meranti sebagai panggung ekologis terbesar di Kalimantan Selatan.

Berbeda dari festival seni pada umumnya, fokus MP2AF kali ini bukan sekadar pementasan.

Tapi, transfer ilmu langsung dari maestro seni kepada ratusan pelajar SMA, SMK, dan SMP di Kotabaru.

Salah satu pemateri, Novyandi Saputra.

Dosen ULM Banjarmasin ini menegaskan bahwa festival ini membawa misi penting.

“Anak-anak diajarkan mencintai alam lewat seni. Festival Meranti ini satu-satunya di Kalsel yang membahas alam secara eksplisit,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (28/11/2025).

Program workshop dua hari tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mengenal alam secara langsung.

Mereka diajak menyentuh, mendengar, dan merasakan ritme hutan.

Mulai dari isu lingkungan, bentuk tanaman, hingga energi yang mengelilingi Meranti.

“Mereka akan lebih peka terhadap isu lingkungan. Itu inspirasi yang nyata ada di alam. Mereka diajak mengalami,” tegas Novyandi.

Untuk memperkaya wawasan, panitia menghadirkan lima maestro seni dari berbagai disiplin:

Firhansyah – Ahli Tari: Mengajarkan tubuh menari mengikuti ritme hutan, bukan sekadar koreografi.

Ali Arsy – Ahli Sastra: Membimbing peserta merangkai puisi, cerpen, atau monolog yang menangkap suara alam.

Hijromi Arijadi Putra – Ahli Teater: Mengajak pelajar memanfaatkan elemen hutan sebagai panggung alami.

Misbah Daeng Bilog – Ahli Musik: Mengenalkan eksplorasi bunyi alam—angin, air, dedaunan—menjadi komposisi musik.

Novyandi – Ahli Seni Pertunjukan: Menggabungkan seluruh disiplin menjadi karya pertunjukan yang utuh.

Antusiasme peserta disebut meledak.

Ruang workshop penuh, pertanyaan mengalir tajam, dan semangat kolaborasi terasa kuat.

“Pertanyaan mereka sangat tajam, banyak ingin tahu. Mereka mau diajak kolaborasi langsung,” ujar Novyandi.

MP2AF 2025 pun tidak hanya menjadi festival seni—melainkan laboratorium kreatif alam yang membuka kesadaran generasi muda bahwa seni dan lingkungan bisa berpadu dan saling menjaga.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Kotabaru #maestro seni #MP2AF #Hutan Meranti #pelajar