PELAIHARI – Bibit manggis, cempedak, hingga jambu air memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Jumat (28/11/2025) pagi.
Di lahan yang masih basah sisa hujan, puluhan bocah tampak bersemangat menggenggam cangkul kecil dan sarung tangan.
Mereka tak sekadar hadir.
Baca Juga: Faperta ULM Tanam Pohon Langka di Arboretum Ayu Tirta, Siap Perluas Kerja Sama Penelitian
Mereka belajar menanam masa depan.
Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 di Pelaihari kali ini terasa lebih hidup.
Anak-anak, relawan lingkungan, dan pemerintah ikut menanam, duduk sejajar sebagai penjaga harapan alam.
Baca Juga: Asuransi Disiapkan Bagi Korban, DLH Banjarmasin Waspada Pohon Tumbang Saat Musim Hujan
Wakil Bupati Tanah Laut (Tala), H Muhammad Zazuli, turun langsung ke tanah.
Ia menyerahkan bibit kepada pelajar sebelum menanam bersama mereka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tala Lestari, berkolaborasi dengan KPH Tala sebagai penyedia bibit.
Baca Juga: Rocky Gerung Tanam Pohon Ulin di Arboretum Ayu Tirta, Puji Dedikasi Chendrawan Lestarikan Alam
“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi memastikan generasi berikutnya terus melanjutkan penghijauan di Tala,” ujar Kepala DPRKPLH Tala, Gusti Dwi Erzandi Kasuma.
Tahun ini, sekitar 7.000 pohon telah ditanam di berbagai titik, termasuk kawasan embung.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran bibit manggis.
“Kita sering makan buahnya, tapi banyak yang tidak tahu seperti apa pohonnya. Karena itu kami tanam sebagai edukasi,” kata Erzandi.
Maria, siswi sekolah dasar, tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya.
“Seru banget! Baru pertama kali lihat pohon manggis kecil,” ujarnya.
Di Pelaihari, menanam bukan sekadar kegiatan seremonial.
Hari itu, anak-anak memahami bahwa menjaga bumi dimulai dari satu bibit kecil di atas tanah.
Editor : Eddy Hardiyanto