MARTAPURA - Akar adalah sumber energi kehidupan. Pesan inilah yang ingin ditekankan PLN Group Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) saat menanam 300 pohon di kawasan Bukit Batu, Tahura Sultan Adam, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia.
Dengan mengusung tema “Root of Energy”, PLN ingin mengajak publik melihat pohon bukan sekadar peneduh, tetapi fondasi ekologis yang menopang kualitas hidup manusia.
Senior Manager Distribusi PLN UID Kalselteng, Roberth Rumsaur mengatakan tema itu menggambarkan filosofi mendalam.
Menurutnya, sebagaimana akar menjadi sumber energi bagi pohon, PLN berkomitmen menjadi ‘akar’ yang memperkuat keberlanjutan energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Dari pohon kita mendapatkan udara bersih. Pohon juga menjaga tutupan lahan dan melindungi lingkungan dari ancaman perubahan iklim,” ujarnya.
Di area seluas tiga hektare itu ada tiga jenis pohon ditanam, yaitu ketapang kencana, eukaliptus, dan bintaro.
Penanaman dilakukan bersama Dinas Kehutanan Kalsel, komunitas pecinta lingkungan, Pemkab Banjar, Pokdarwis, PWI Kalsel, dan unsur Forkompimcam.
Roberth menjelaskan, Kalimantan selama ini dikenal sebagai jantung hijau Indonesia, namun kini mulai merasakan dampak perubahan iklim secara nyata.
Kemarau panjang, perubahan pola hujan, meningkatnya potensi karhutla, hingga degradasi tutupan lahan semakin terasa.
“Dampaknya bukan hanya pada ekosistem, tetapi juga kesehatan masyarakat hingga risiko terhadap sistem ketenagalistrikan di wilayah rawan kebakaran,” tegasnya.
Karena itu, penanaman pohon dinilai bukan kegiatan seremonial, melainkan investasi ekologis jangka panjang untuk menjaga penyangga lingkungan Kalimantan.
“Sebatang pohon tampak sederhana, tetapi dampaknya bisa mengubah masa depan. Menanam pohon berarti menanam masa depan,” ungkap Roberth.
PLN, kata dia, terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui program TJSL, termasuk mendukung target net zero emission 2060.
Transisi energi, menurutnya, tidak akan optimal tanpa keseimbangan ekologis.
“Teknologi saja tidak cukup. Transisi energi harus dibarengi kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Karena itulah, kegiatan penanaman tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa masa depan Kalimantan ditentukan oleh tindakan hari ini.
“Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Pohon-pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kita,” pesan Robert.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, yang ikut hadir, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PLN dalam upaya pemulihan lingkungan.
Total 2.200 bibit disiapkan untuk rangkaian kegiatan penghijauan tahun ini, dengan alokasi lahan hingga tiga hektare.
“PLN termasuk perusahaan yang paling konsisten mendukung pemulihan lingkungan. Ini sejalan dengan upaya Pemprov Kalsel menurunkan emisi gas rumah kaca,” katanya.
Kadis yang akrab disapa Aya ini, berharap sinergi ini terus berlanjut, termasuk dalam pemeliharaan dan perawatan pohon. “Pohon yang kita tanam ini penting untuk menyelamatkan ekosistem kita,” pungkas Aya.
Editor : Fauzan Ridhani