Kawasan ini menjadi keluhan pengguna jalan karena selain kerap terjadi kemacetan panjang, lokasi tersebut juga dinilai rawan kecelakaan.
Rombongan DPRD Kalsel menyaksikan langsung kondisi arus lalu lintas di lokasi. Bahkan, di hadapan mereka sempat terjadi insiden kecelakaan ringan saat seorang pengendara yang datang dari arah Banjarmasin hendak menikung naik ke jembatan kembar menuju arah Jembatan Barito, terjatuh.
Baca Juga: Perempuan 48 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kandangan, Suami Tolak Visum Polisi
Kondisi itu mendorong DPRD Kalsel untuk mengusulkan pembangunan jembatan layang (flyover) sebagai salah satu solusi jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah saat memimpin peninjauan langsung ke lokasi Perempatan Handil Bakti, Rabu (26/11/2025) sore.
Peninjauan juga melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kalsel.
Baca Juga: Aliansi BEM se-Kalsel Geruduk DPRD, Tunggu Satu Jam Sebelum Akhirnya Diizinkan Dialog di Dalam
Mustaqimah mengatakan, dari sisi kebutuhan lalu lintas, pembangunan flyover memang dinilai ideal. Namun demikian, aspek anggaran juga menjadi pertimbangan utama.
"Secara teknis memang lebih tepat jika dibuat flyover. Tapi kita juga harus melihat dari sisi anggaran. Nantinya akan kita bahas kembali di dewan. Bisa saja ada opsi lain, seperti pelebaran jalan," ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Kalsel I Gede Trisna Sura Nata mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima usulan dari DPRD terkait penanganan simpang tersebut.
Baca Juga: Pemkot Banjarbaru Belum Dilibatkan dalam Pembangunan Stadion Internasional Kalsel Senilai Miliaran
"Usulan sudah kami terima. Selanjutnya akan kami bahas lebih lanjut dengan melakukan kajian teknis untuk melihat kelayakannya, apakah memungkinkan dibangun flyover atau alternatif lain," katanya.
Di sisi lain, Kepala BPTD Kelas II Kalimantan Selatan Sigit Mintarso menyatakan pihaknya pada prinsipnya sangat mendukung segala bentuk perbaikan demi peningkatan keselamatan lalu lintas.
"Kami mendukung adanya perbaikan melalui manajemen dan rekayasa lalu lintas agar faktor keselamatan lebih terjamin. Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan. Untuk saat ini yang paling realistis adalah pengaturan lalu lintas dengan sistem penundaan atau pengendalian arus, disertai perbaikan geometrik simpang," jelasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno