Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Politala Perkuat Pengembangan Maggot BSF di Kopasos Lewat Program 'Maggot Park'

Norsalim Yahya • Selasa, 25 November 2025 | 18:09 WIB
TINDAK LANJUT:Dwi Sandri SSi MP, salah satu dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) mempraktekkan membuat pakan berbasis maggot BSF.
TINDAK LANJUT:Dwi Sandri SSi MP, salah satu dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) mempraktekkan membuat pakan berbasis maggot BSF.

PELAIHARI - Usai melaksanakan pengabdian masyarakat pada akhir Agustus lalu, lima dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) kembali hadir di Komunitas Pengelolaan Sampah Organik Sinergi (Kopasos) Desa Atu-Atu, Kecamatan Pelaihari. Kegiatan lanjutan ini merupakan bagian dari program pengembangan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) bertajuk “Maggo Park: Optimalisasi Usaha Kopasos Berbasis Maggot BSF sebagai Pusat Edukasi untuk Pangan Berkelanjutan.”

Lima dosen yang terlibat dalam program ini adalah Dr Fatimah SSi MP, Dwi Sandri SSi MP, Hendrik Setyo Utomo ST MMSI, Fadhli Fajri M Pt, dan Ryzal Satria Aditama S Pt M Si, serta didukung empat mahasiswa Politala.

Kegiatan berlangsung pada 10 dan 24 Oktober 2025 dan dihadiri anggota Kopasos serta berbagai pemangku kepentingan, antara lain Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Masturi, perwakilan DPRKPLH Adi Rahmani, pelaku usaha peternakan dan perikanan, serta guru dan siswa SMA Negeri 1 Pelaihari.

Tiga fokus utama kegiatan adalah instalasi dan pelatihan alat Internet of Things (IoT) untuk mendukung budidaya BSF, pelatihan pembuatan pakan berbasis maggot BSF dan serah terima alat dan bahan untuk memperkuat sarana produksi Kopasos.

Pada sesi pertama, tim memasang alat IoT di area perkawinan lalat BSF. Teknologi ini memungkinkan pemantauan suhu dan kelembaban secara real-time sehingga dapat mengoptimalkan proses perkawinan dan meningkatkan produktivitas telur.

Koordinator kegiatan, Dr Fatimah SSi MP menjelaskan bahwa dukungan teknologi menjadi langkah strategis bagi peningkatan kualitas budidaya.

HIBAH:Koordinator kegiatan pengabdian masyarakat, Dr Fatimah menyerahkan hibah alat ke Komunitas Pengelolaan Sampah Organik Sinergi (Kopasos) Desa Atu-Atu.
HIBAH:Koordinator kegiatan pengabdian masyarakat, Dr Fatimah menyerahkan hibah alat ke Komunitas Pengelolaan Sampah Organik Sinergi (Kopasos) Desa Atu-Atu.

“Dengan IoT, mitra dapat memantau kondisi lingkungan secara akurat sehingga keberhasilan perkawinan BSF lebih terjamin. Ini bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna untuk masyarakat,” ujarnya.

Agenda berikutnya adalah pelatihan pembuatan pakan berbahan dasar maggot BSF. Peserta dilatih merumuskan, mengolah, dan menyimpan pakan berkualitas sehingga dapat menekan biaya produksi peternakan dan perikanan.

Fatimah menambahkan bahwa pemanfaatan maggot sebagai pakan merupakan solusi strategis bagi ketahanan pangan lokal. “Maggot memiliki nilai nutrisi tinggi dan sangat potensial sebagai bahan pakan. Kami ingin mitra tidak hanya bisa membudidayakan, tetapi juga mengolahnya agar memberi nilai tambah ekonomi,” jelasnya.

Sebagai bentuk penguatan kapasitas, Politala menyerahkan sejumlah alat penunjang, antara lain satu unit mesin pelet pakan, mesin mixer bahan pakan, perangkat IoT, serta satu paket bahan pakan. Bantuan ini diharapkan memperkuat kemandirian Kopasos dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Fatimah berharap program yang dijalankan selama dua pekan ini mampu meningkatkan keterampilan teknis dan produktivitas budidaya BSF.

“Kami berharap Kopasos semakin mandiri dan dapat memperluas pemanfaatan maggot serta teknologi pendukungnya. Ke depan, Maggo Park diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan inspirasi bagi masyarakat,” tutupnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#maggot #sampah organik #Pelaihari #Politala #pengabdian masyarakat