HSU dikenal sebagai wilayah perairan rawa lebak, sehingga ikan gabus mudah ditemukan dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan tepat.
Kondisi tersebut mendorong empat desa, yakni Bararawa, Palbatu, Tampakang, dan Sungai Namang, membentuk Bumdesma Kayuh Baimbai untuk mengembangkan produk bernilai tambah dari hasil perairan setempat.
Baca Juga: Perumda PBB Larang Pedagang Naikkan Harga Jelang Momen 5 Rajab di Sekumpul
Hero Setiawan menilai inisiatif tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekonomi warga.
"Pemanfaatan potensi lokal seperti ikan gabus harus terus didorong. Produk albumin ini bukan hanya inovasi, tetapi juga peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Pemerintah daerah siap mendukung agar produk ini berkembang dan dikenal luas," ujarnya di ruang kerja, Selasa (25/11).
Direktur Bumdesma Kayuh Baimbai Marjuni menyambut baik perhatian pemerintah daerah.
Baca Juga: Korban Gigitan Monyet Liar Bertambah Jadi 5 Orang, Warga Beruntung Baru dan Aluh Aluh Resah
"Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi albumin sebagai produk unggulan," katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten HSU menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp150 juta kepada Bumdesma Kayuh Baimbai.
Penyerahan tersebut turut dihadiri perwakilan Disperindag, DPMD, RS Pambalah Batung Amuntai, serta jajaran Kecamatan Paminggir. (*)
Editor : M. Ramli Arisno