Mengusung tema "Harmoni Hijau Merupa Alam", edisi keempat festival ini siap menjadi magnet budaya dan ekowisata Kalimantan Selatan.
Gelaran akbar yang difasilitasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai 28 hingga 30 November 2025, menjadikan Hutan Wisata Meranti sebagai kanvas pertunjukan yang unik.
Hutan Wisata Meranti bukan sekadar lokasi, namun juga bintang utamanya. Kawasan sisa hutan tropis ini menyimpan suasana magis dan ketenangan.
Di bawah rimbunnya pohon, penonton akan disuguhi berbagai agenda tematik, mulai dari Panggung Alam, Creation Of Work, hingga Taman Seni yang memadukan pertunjukan dengan ritual alam. Tak ketinggalan, acara Bike to Meranti dan Penanaman Pohon menegaskan komitmen festival pada isu lingkungan.
MP2AF #4 memamerkan daftar pengisi acara yang sarat talenta. Selain seniman-seniman terkemuka, seperti Hizromi Arijadi, Ali Arsy, dan Daeng Bilok, festival ini juga menampilkan nama-nama besar yang siap menggetarkan panggung, termasuk musisi kondang Feby Putri dan Tommy Kaganangan.
Nama lain seperti, Sanggar Seni Pusaka Saijaan, Cakap Tari, Sanggar Seni Demokrat, hingga sastrawan Palui Banaran turut menyemarakkan kolaborasi antara musik, teater, seni instalasi, hingga sastra.
Event ini bukan hanya tentang keriaan. Ini adalah manifestasi serius dari upaya pemerintah daerah menjadikan seni sebagai motor penggerak wisata.
H Rudi Nugraha, Kepala Bidang Event, Pertunjukan, dan Ekraf Disparpora Kotabaru, mengatakan MP2AF ini unik, karena tidak hanya menjual tontonan, tapi juga pengalaman spiritual berinteraksi dengan alam.
“Ini adalah aset budaya yang langka dan harus dipertahankan,” tegasnya.
Ia berharap, Harmoni Hijau Merupa Alam menjadi puncak konsolidasi seni pertunjukan di Kalimantan, mengukuhkan Hutan Meranti sebagai episentrum kebudayaan yang sejalan dengan semangat pelestarian lingkungan.
“Bagi masyarakat Kotabaru dan Kalimantan Selatan pecinta seni maupun yang mau melihat jangan lupa hadir ke Hutan Meranti, arena momen ini sangat sayang untuk dilewatkan,” tutupnya.
Editor : Sutrisno