PARINGIN — Di tengah sunyinya lembah Meratus, musik kelong—warisan musik tradisional Dayak Halong—kian jarang terdengar.
Namun di SMPN Satu Atap Libaru Sungkai, upaya pelestarian itu justru dimulai dari layar gawai.
Suasana kelas Seni Budaya mendadak hidup saat alunan kelong diputar lewat aplikasi.
Denting kanong dan petikan kasapi membuat para siswa penasaran.
Sebagian bahkan baru pertama kali mendengarnya.
Kondisi itulah yang mendorong Donny Fadillah, guru Seni Budaya, menciptakan Meratus, aplikasi pembelajaran alat musik tradisional Dayak Halong.
Ia melihat semakin sedikit siswa yang mengenal kelong, apalagi memainkannya.
“Aplikasi ini kami buat agar pembelajarannya lebih interaktif dan sesuai cara belajar generasi sekarang,” jelasnya.
Meratus menjadi platform digital pertama yang mengemas pembelajaran kelong lengkap dengan gambar alat musik, audio instrumen, video, hingga simulasi digital cara memainkan kasapi dan ritme kanong.
Dengan teknologi itu, Donny ingin tradisi yang dulu hanya bisa dipelajari langsung dari pemainnya tetap hidup di era digital.
“Kami berharap kelong bukan sekadar bertahan, tapi berkembang dan semakin dikenal generasi muda,” tutupnya.
Editor : Eddy Hardiyanto