BANJAR — Arboretum Ayu Tirta yang berada di tengah kota kembali menjadi tujuan kunjungan akademisi, Jumat (21/11/2025). Rombongan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (Faperta ULM) menanam sejumlah pohon langka sekaligus meninjau area pertanian ramah lingkungan yang dipimpin oleh Founder Ayu Tirta Foundation, Chendrawan Sugianto
Empat dosen Faperta ULM turut menanam bibit pohon, yakni Prof Dr Ir Samharinto (Gaharu Aquilaria malaccensis), Dr Ir Yusriadi Marsuni, M.Si (Bengkirai Shorea laevis), Prof Dr Ir Mariana, M.P (Ulin Eusideroxylon zwageri), serta Prof Dr Ir Ismed Setya Budi, MS., IPM (Ulin Eusideroxylon zwageri).
Chendrawan Sugianto menjelaskan, Arboretum Ayu Tirta awalnya merupakan tanah rawa terbengkalai yang kemudian diuruk dan dikelola tanpa penggunaan bahan kimia.
"Di sini alamnya terjaga. Kami tidak menggunakan pupuk kimia, semuanya organik. Ada banyak media tanam yang sedang kami kembangkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan target menanam 10.001 pohon ulin sebagai komitmen konservasi. Selain tanaman keras, area arboretum juga ditanami jagung dan padi sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan.
Kaprodi Faperta ULM, Dr Ir Yusriadi Marsuni mengapresiasi pengelolaan arboretum yang tetap alami meski berada di tengah kota.
“Sangat menggembirakan. Ternyata masih ada lahan alami, dan semua bahan di sini organik. Mata kuliah terkait sangat memungkinkan melakukan kunjungan belajar ke sini,” katanya.
Ia turut menyarankan pengembangan museum serangga untuk memperkuat fungsi edukasi, terlebih karena kehadiran ahli seperti Prof Samharinto.
Sementara itu, Prof Dr Ir Ismed Setya Budi menilai keberadaan tanaman langka di Arboretum Ayu Tirta menjadi sumber pengetahuan yang penting.
"Ini kebun di tengah kota dengan tanaman langka. Sangat bagus untuk pembelajaran maupun penelitian, misalnya terkait hama. Pertanian ramah lingkungan yang diterapkan di sini memang kami anjurkan,” ucapnya.
Ia berharap lokasi tersebut bisa menjadi tempat praktikum berkelanjutan bagi mahasiswa.
Menanggapi hal itu, Chendrawan Sugianto membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya.
“Saya senang kalau Arboretum Ayu Tirta menjadi lokasi penelitian. Kami sangat terbuka. Silakan bersurat ke kantor, tamu internasional pun akan kami sambut,” ujarnya.
Kunjungan tersebut memperkuat harapan terjalinnya kerja sama antara Ayu Tirta Foundation dan dunia akademik, sekaligus memperkenalkan model konservasi tanaman langka dan pertanian berkelanjutan di tengah kota.
Editor : Nurhidayat