BATULICIN — Kain tenun tercatat menjadi penggerak utama peningkatan penjualan produk UMKM di Kabupaten Tanah Bumbu dalam dua tahun terakhir.
Upaya perluasan pasar melalui pameran dan strategi promosi dinilai ikut memperkuat posisi produk lokal di masyarakat.
Berdasarkan data penjualan produk UMKM Tanah Bumbu selama periode 2023 hingga 2025 dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menunjukkan penjualan kain tenun meningkat 40,7 persen pada 2024.
Pertumbuhan kembali melonjak hingga 210,7 persen pada 2025, seiring bertambahnya permintaan dan kepercayaan diri perajin dalam memasarkan karya.
Pemulihan penjualan juga terlihat pada kanal pameran.
Setelah turun 76,9 persen pada 2024, penjualan melalui pameran kembali naik lebih dari sepuluh kali lipat pada 2025.
Dekranasda menilai pemulihan ini dipicu peningkatan agenda pameran serta tata kelola promosi yang lebih terarah.
Tren ini dipandang sebagai indikasi pergeseran preferensi konsumen menuju produk lokal yang memiliki nilai budaya.
Hal itu sekaligus memperlihatkan potensi kain tenun sebagai sektor unggulan UMKM daerah.
“Ini bukti bahwa kerja keras para perajin dan dukungan Dekranasda membuahkan hasil,” ujar Ketua Dekranasda Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif.
Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut harus dibarengi konsolidasi strategi agar dapat dipertahankan.
“Kita tidak boleh hanya puas dengan peningkatan angka. Justru dengan hasil ini, kita harus lebih serius memperbaiki apa yang masih kurang,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto