BANJARBARU – Sempat terjadi keracunan di beberapa daerah di Kalsel, pengawasan keamanan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel.
Pengawasan difokuskan pada pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang digunakan di dapur pengolahan MBG di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono, mengatakan meski belum ada regulasi daerah yang menetapkan kewenangan teknis, namun pengawasan dilakukan berdasarkan instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Walaupun belum ada kewenangan secara regulasi, kami tetap mendapatkan instruksi untuk melakukan pengawasan keamanan pangan, khususnya PSAT,” kata Saptono, Kamis (20/11) siang.
DPKP melakukan kunjungan rutin ke dapur MBG untuk memeriksa sanitasi, higienitas, serta pemenuhan persyaratan seperti sertifikat halal dan standar keamanan pangan. Selain itu, petugas mengambil sampel sayuran dan komoditas lain untuk diuji cepat kandungan pestisidanya.
Menurutnya, beberapa sampel menunjukkan adanya residu pestisida. Namun, hasilnya masih berada dalam batas aman untuk dikonsumsi. “Sejauh ini, meskipun terdapat kandungan pestisida, hasilnya masih dalam kategori aman,” ujarnya.
Untuk memastikan keakuratan hasil, sampel pangan juga dikirim ke Laboratorium Angler di Surabaya yang memiliki standar internasional dalam pengujian residu. “Kami mengirim sampel ke lab Angler karena parameter pengujiannya lebih lengkap,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh hasil uji menunjukkan bahan pangan yang digunakan dapur MBG aman bagi pelajar penerima manfaat program. “Harapan kami, pengawasan ini mendukung keberhasilan program MBG dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Program MBG di Kabupaten Banjar, ratusan siswa mengalami keracunan massal. Hingga dirawat di RSUD Ratu Zalecha Martapura, pada 15 Oktober lalu. Data Dinas Kesehatan Kalsel mencatat, kasus keracunan MBG juga terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk Banjarmasin.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief