BARABAI- Anggota DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) Yajid Fahmi mengungkapkan pentingnya keberadaan jembatan di Desa Balimau, Kecamatan Pandawan.
Selain sebagai penunjang akses mobilisasi warga.
Jembatan ini akan menjadi alternatif penghubung menuju Desa Pinangkara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
"Saat ini HSU sudah membangun jalan hingga perbatasan dengan HST. Pak Bupati sudah berkomitmen, mudahan APBD 2026 kita bisa anggarkan untuk membangun jalan menuju perbatasan HSU," ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Jika jalan ini nanti berhasil terhubung. Maka jalan ini bisa menjadi alternatif menuju HSU.
Jarak yang dipangkas juga lumayan banyak.
Jika bisanya dari Barabai melewati jalan Ambawang-Amuntai perjalanan yang ditempuh sekitar 30 km. Cukup lewat jembatan Balimau HST ini hanya 15 km saja.
"Yang lebih penting jalan ini bisa digunakan untuk mengangkut hasil panen petani seperti tanaman hortikultura.
Selama ini mereka banyak mengangkut menggunakan kelotok. Mudahan dengan jembatan selesai dilanjut dengan pengerjaan jalan masalah ini bisa teratasi," tambahnya.
Sekarang jembatan ini masih dalam proses pembangunan. Sayangnya progresnya belum mancapi 50 persen.
Padahal target selesai pembangunan di bulan Desember 2025.
Diprediksi pembangunan jembatan ini akan molor sampai ke tahun 2026.
Jembatan ini dibangun menggunakan anggaran APBD 2025 sebanyak Rp 8 miliar lebih. Informasi di papan proyek, waktu pengerjaannya 150 hari dengan target selesai 20 Desember 2025.
Kontraktor yang mengerjakan adalah CV Lesa Lima Rezeki.
Editor : Arif Subekti