Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pelantikan PPPK Paruh Waktu Kotabaru Geser ke 26 November, Honorer 20 Tahun Ceritakan Betapa Sedihnya Perjalanannya

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 20 November 2025 | 15:27 WIB
SIRING LAUT: Ikon Bumi Saijaan yang ada di Objek Wisata Siring Laut Kotabaru. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.
SIRING LAUT: Ikon Bumi Saijaan yang ada di Objek Wisata Siring Laut Kotabaru. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.

KOTABARU- Kabar terbaru datang dari proses konversi tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Kotabaru.

Pelantikan yang semula dijadwalkan pada Senin (24/11) resmi ditunda.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotabaru, Anang Muhammad Zen, mengonfirmasi penundaan ini kepada Radar Banjarmasin pada Kamis (20/12) sore.

"Pelantikan PPPK Paruh Waktu memang ditunda, dan Insya Allah tanggal 26 November 2025 akan dilaksanakan," ujar Zen.

Zen membeberkan, total tenaga honorer yang akan dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu sebanyak 2.410 orang. Mereka semua diimbau untuk mengenakan pakaian hitam putih saat pelantikan nanti.

Zen menyampaikan permohonan maaf atas penundaan tersebut, terutama bagi honorer yang datang dari wilayah kecamatan yang jauh. Ia menitipkan pesan penyemangat bagi seluruh calon PPPK Paruh Waktu.

“Pesan saya tetap semangat bekerja untuk pembangunan dan kemajuan Kotabaru,” tegasnya.

Penundaan ini disambut dengan kelegaan bercampur harapan oleh para honorer, salah satunya Fauzan Anwari atau akrab disapa Dodo (41).

Dodo adalah salah satu veteran di Pemkab Kotabaru, dengan masa pengabdian mencapai 20 tahun sejak tahun 2005.

Dodo menceritakan pengalamannya yang penuh liku. Sempat tidak masuk dalam pengangkatan pada tahun 2020 karena terkendala masa kerja di bawah SK tahun 2005.

"Teman-teman sempat pasrah dengan keadaan. Dan kembali ada pendataan, dan tidak masuk lagi. Sempat merasa iri dan putus asa, bahkan sempat mau keluar," kenangnya.

Alasan ia tetap bertahan adalah kecintaan pada lingkungan kerja, "Menjiwai di lingkungan kerja, Fashion saya," katanya.

Untuk menyambung hidup, Dodo juga harus mencari sampingan di luar pekerjaan utamanya.

Ia mengenang, gaji honorernya dulu sangat kecil, dimulai dari Rp 175 ribu, naik menjadi Rp 250 ribu, hingga mencapai Rp 500 ribu sebelum statusnya beranjak.

Kini, setelah 20 tahun mengabdi, Dodo berharap pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini bukanlah sekedar 'pelarian pemerintah'. Ia juga berharap besar bahwa masa pengabdian panjangnya dapat diperhitungkan saat masa purnanya tiba.

"Dahulu sangat berharap, dan sekarang cenderung pasrah saja dengan keadaan, dan akhirnya diangkat. Berani menunggu, dan mengabdi untuk daerah dan negara," ucapnya penuh haru.

Dodo secara khusus menitipkan harapannya terkait masa pensiun.

"Mudahan ada pensiunan, paling tidak bisa diperhitungkan masa pengabdian selama bekerja mengabdi jadi honorer di Pemkab Kotabaru," tutupnya mengakhiri.

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #Tenaga #ditunda #Kalsel #pppk #pelantikan #Honorer