Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Closing TJSL PLN UPDL Banjarbaru Hadirkan Dampak Nyata bagi Petani

Nurhidayat • Rabu, 19 November 2025 | 15:13 WIB

MOMEN: Suasana kegiatan closing Program TJSL PLN UPDL Banjarbaru bersama petani cabai Desa Takuti, Selasa (18/11/2025).
MOMEN: Suasana kegiatan closing Program TJSL PLN UPDL Banjarbaru bersama petani cabai Desa Takuti, Selasa (18/11/2025).

BANJAR – PT PLN (Persero) UPDL Banjarbaru menggelar kegiatan closing Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2025 di Desa Takuti, Kecamatan Mataraman, Selasa (18/11/2025). Kegiatan penutup ini menandai keberhasilan program pemberdayaan petani cabai yang berjalan sejak awal tahun dan kini menunjukkan hasil signifikan di lapangan.

Kepala Desa Takuti, Bayu Sabdo Pamungkas, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan PLN selama program berlangsung. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani, baik laki-laki maupun perempuan yang terlibat dalam budidaya cabai.

“Alhamdulillah, petani kami sangat terbantu. Terima kasih kepada PLN yang sudah hadir dan mendorong perkembangan pertanian di desa kami. Semoga menjadi amal jariyah dan PLN semakin maju melayani masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Bayu juga menambahkan bahwa ke depan para petani berharap tidak hanya berhenti pada pendampingan yang telah berjalan. Mereka ingin mulai mengembangkan pertanian ke arah smart farming. Saat ini, sebagian proses budidaya baru masuk kategori semiotomatis, sehingga masih memerlukan peningkatan teknologi.

“Dengan support PLN, greenhouse, dan pemateri dari luar yang memberikan penyuluhan terkait teknologi pertanian, kami berharap petani Takuti bisa mengikuti perkembangan zaman. Harapan kami ada bantuan mesin pertanian otomatis untuk mendukung smart farming agar hasil panen lebih optimal,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa Gapoktan Berkat Maju merupakan gabungan dari 15 kelompok tani dan dua kelompok wanita tani. Sebanyak 95 persen warga Takuti merupakan petani, awalnya mengandalkan komoditas karet. Namun karena harga karet terus menurun dan banyak pohon rusak, masyarakat mulai beralih ke hortikultura sejak 2022. Dukungan pipanisasi, pompa air, serta akses listrik dari PLN membuat biaya usaha tani jauh lebih efisien.

FOTO BERSAMA: Manager PLN, perangkat desa, dan petani berfoto bersama saat meninjau lahan cabai seluas sembilan hektare.
FOTO BERSAMA: Manager PLN, perangkat desa, dan petani berfoto bersama saat meninjau lahan cabai seluas sembilan hektare.
Manager PT PLN (Persero) UPDL Banjarbaru, Satria Indraprasta, menyampaikan bahwa program TJSL di Desa Takuti berjalan baik dan telah menghasilkan panen yang memuaskan.

“Program TJSL bukan hanya memberikan bantuan, tetapi mendorong perubahan yang benar-benar dirasakan. Pertanian adalah nadi masyarakat. Petani harus makmur dan maju,” ujarnya.

Prasta juga menegaskan bahwa closing ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan momentum menjaga keberlanjutan program. “Desa Takuti menunjukkan hasil luar biasa. Ini bisa menjadi percontohan bagi UPDL atau unit PLN lainnya,” tambahnya.

Kegiatan closing ditutup dengan edukasi bagi warga, peninjauan lahan cabai seluas sembilan hektare, serta paparan materi dari Misrani, Ketua Gapoktan Kayuh Baimbay Desa Simpang Empat / P4S Patra Mandiri, dan materi PLN bertema “Memanen Energi Masa Depan” oleh Adrian Mansur.

Editor : Nurhidayat
#petani #banjarbaru #Banjar #PLN (Persero) #Desa #TJSL