Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Langka, Masyarakat Banjarmasin Kesulitan Mendapatkan Pertamax di SPBU

Zulvan Rahmatan • Selasa, 18 November 2025 | 14:19 WIB
Sejumlah SPBU di Banjarmasin mengakui permintaan Pertamax sedang meroket dan kerap stok, akibatnya masyarakat kesulitan mencari Pertamax.
Sejumlah SPBU di Banjarmasin mengakui permintaan Pertamax sedang meroket dan kerap stok, akibatnya masyarakat kesulitan mencari Pertamax.

 

BANJARMASIN - Usai isu Pertalite bikin mesin brebet atau ngadat mereda, kini sejumlah pengendara di Banjarmasin kesusahan mendapatkan Pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pantauan Radar Banjarmasin, Selasa (18/11), konsumen bahkan harus rela mengitari beberapa SPBU hanya untuk mendapatkan bahan bakar dengan oktan RON yang lebih tinggi untuk kendaraan mereka.

Salah satunya dialami Ibnu, warga Banjarbaru yang indekos di Jalan Simpang Gusti, Kayu Tangi, Banjarmasin Utara.

Menurutnya, selain cukup sulit mencari ketersediaan Pertamax, kalaupun ada antreannya sudah pasti mengular.

“Empat sampai lima hari ini saya cukup kesulitan, kalaupun ada pasti berebut dan panjang antreannya. Jadi terkadang harus isi di eceran,” ujar mahasiswa yang sedang kuliah di Banjarmasin ini.

Ibnu menduga ini merupakan imbas dari penurunan kepercayaan masyarakat terhadap Pertalite. Ia berharap agar situasi bisa kembali kondusif dan antrean di SPBU kembali normal.

Selain Ibnu, hal serupa juga dikeluhkan Alya Aidina. Warga Jalan Malkon Temon, Banjarmasin, ini sampai menyebut antusiasme berburu Pertamax seperti mencari harta karun.

“Beberapa SPBU sekarang sudah langka Pertamax. Jadi terkadang terpaksa pakai Pertalite. Walaupun ada pasti antreannya sangat panjang, pakai Pertamax rasanya bukan seperti antrean prioritas lagi,” ucap wanita 21 tahun ini.

Terpaksa memenuhi tangki kendaraan dengan bahan bakar Pertalite, Alya mengakui merasa waswas, ini tak lain akibat fenomena motor ngadat berjemaah yang terjadi sebelumnya.

“Apakah ini akan merusak motorku nanti? Aman nggak ya? Jadi terpaksa pakai Pertalite, daripada motornya tidak bisa dipakai karena tidak ada bahan bakar,” kata Alya.

Banyaknya permintaan Pertamax belakangan ini juga dibenarkan pengelola SPBU di Jalan Adhyaksa. Pengawas Lapangan, Rizal mengungkap bahwa permintaan Pertamax sedang meroket, sedangkan pasokannya tetap tak ada penambahan.

“Peminatnya tambah ramai sejak dua minggu lalu, padahal suplainya tetap, jadi sempat kekosongan juga,” jelasnya.

Meski mobil tangki pembawa Pertamax datang, ketersediaannya tak betahan lama, dari 8.000 liter untuk dua hari bisa ludes dalam hitungan jam.

“Misalkan datangnya malam, kemungkinan pagi masih ada. Kalau pagi sampai malam bisa sudah habis. Beda dengan Pertalite yang masih aman,” beber Rizal.

Sementara itu, menurut Rizal permintaan Pertamax dulu dan kini sangat berbeda. Dulu stok Pertamax bisa tahan hingga tiga hari, namun belakangan bertahan satu hari pun tidak.

“Kita tetap meminta ke depotnya. Tergantung dari sananya saja lagi apakah bisa mengirim tambahan atau tidak,” kata Rizal.

Bukan hanya di Jalan Adhyaksa, kelangkaan Pertamax juga dialami SPBU di Jalan Pangera Hidayatullah, Benua Anyar.

“Di sini sudah kurang lebih satu minggu, banyak yang pindah ke Pertamax dan penjualan di sini meningkat. Bukan hanya pengendara motor tapi mobil juga isi Pertamax,” ungkap Pengawas SPBU, Lukman.

Padahal menurutnya, stok atau ketersediaan Pertamax juga tak pernah dikurangi melainkan permintaannya yang terus melambung.

“Mobil-mobil juga terkadang ngisi full tank dari 30 liter sampai 35 liter. Kalikan saja berapa mobil dalam sehari, bagaimana tidak cepat habis, kalau ada sudah pasti diserbu orang,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#pertalite #motor brebet #pertamax #banjarmasin #spbu