Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Serba Bisa di Tengah Keterbatasan, Layanan Damkar: Kubur Kucing, Angkat Galon, Hingga Dengarkan Curhat Masalah Pribadi

Sheilla Farazela • Selasa, 18 November 2025 | 12:17 WIB

 

Ilustrasi Damkar
Ilustrasi Damkar

Mereka disebut “sapu jagat” masyarakat. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kalsel bukan hanya berhadapan dengan api, tetapi juga menjadi penyelamat serbaguna. Mengevakuasi ular, menurunkan kucing dari atap, membantu warga mencari barang hilang, hingga angkat galon.

       ***

BANJARMASIN -  Di balik peran vital Damkar itu, kondisinya di sejumlah kabupaten/kota justru berada pada titik kritis. Minim personel, sarana terbatas, dan beban kerja yang terus meningkat membuat mereka bekerja di bawah tekanan.

Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) contohnya, jumlah personel Damkar hanya terdiri dari 7 PNS, 3 PPPK, dan 5 relawan. Jauh dari ideal. Mereka harus siaga penuh 24 jam melayani panggilan warga.  “Baju tawon saja hanya satu. Sarpras masih kurang, banyak yang belum ada,” ujar Kabid Linmas dan Damkar HSU, Barkat Syarul Kalam, Senin (17/11).

Meski begitu, Barkat menegaskan pelayanan tetap dijalankan semaksimal mungkin. “Kami berharap kendaraan dan perlengkapan bisa ditambah. Termasuk dukungan anggaran,” tuturnya.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Tabalong. Kepala Bidang Damkar, Muhammad Jahyani, menyebut saat ini hanya ada 9 personel yang siaga. “Seharusnya untuk kawasan seluas Tabalong dibutuhkan satu pleton, setidaknya 25 orang,” jelasnya.

Dengan pola kerja bergantian 12 jam, jumlah personel yang ada dinilai sangat kurang. Akibatnya, beberapa laporan warga terpaksa diabaikan. “Kejadian kebakaran Jumat kemarin, padahal ada laporan ular masuk rumah. Terpaksa kami abaikan karena lebih mementingkan kebakaran,” ujarnya.

Selain kekurangan personel, Damkar Tabalong juga membutuhkan kantor layak dan perlengkapan tambahan seperti masker penyaring asap. “Untuk sarana kendaraan sudah memadai,” sebutnya.

Di Banjarbaru, Damkar menghadapi tantangan berbeda. Kepala UPT Damkar, Syafrullah, menyebut jumlah personel hanya 17 orang. Meski terbatas, mereka tetap melayani beragam panggilan masyarakat.

“Tugas utama tentu memadamkan api. Tapi kami juga melakukan penyelamatan manusia dan hewan,” ujarnya.

Permintaan warga kadang unik, mulai dari melepas cincin macet di jari, mengangkat galon ke dispenser, hingga mengecek suami yang tak mengangkat telepon. “Kami berusaha merespons setiap panggilan. Kalau ada yang tidak bisa langsung ditangani, itu karena keterbatasan SDM,” imbuhnya.

Sementara di Kabupaten Tanah Bumbu, jumlah laporan masyarakat melonjak tajam. Hingga November 2025 tercatat 390 laporan, naik lebih dari dua kali lipat dibanding 2024 yang hanya 190 laporan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansari, menyebut laporan yang masuk tidak hanya terkait kebakaran. “Ada warga yang meminta bantuan mencari ponsel hilang, memperbaiki pipa bocor, bahkan ada yang curhat masalah pribadi lewat media sosial,” ujarnya.

Meski di luar tugas pokok, Damkar tetap merespons demi menjaga kepercayaan publik. “Kami ingin Damkar menjadi sahabat masyarakat,” tandasnya.

Dari Padamkan Api hingga Kubur Kucing

Tugas pemadam kebakaran (Damkar) sejatinya adalah menyelamatkan jiwa dan harta benda dari ancaman api. Namun, bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Banjarmasin, panggilan masyarakat sering kali melampaui batas.

Dari mengganti bola lampu, memperbaiki regulator gas LPG, hingga menguburkan bangkai kucing, semua pernah mereka lakukan setelah adanya laporan dari warga.

Wakil Komandan Regu Penanganan Disdamkarmat Banjarmasin, Irwan Nugroho, mengungkap pengalaman timnya melayani permintaan yang tergolong aneh dan sepele. “Ganti bola lampu di asrama wanita di Kayu Tangi. Kawan-kawan juga pernah diminta tolong gantikan regulator gas LPG,” ujarnya sambil tertawa, Senin (17/11).

Tak jarang laporan warga tidak lengkap. “Ada yang melapor cuma ada kucing. Saat kami datang ternyata diminta menguburkan bangkainya yang tergeletak di depan rumah,” lanjutnya.

Menurut Irwan, fenomena ini mulai ramai sejak lima tahun terakhir. Ia menduga meningkatnya permintaan terjadi karena kinerja damkar yang viral di media sosial. “Sebenarnya damkar ini menyelamatkan jiwa, raga, harta benda, dan lain-lain. Mungkin karena hal ‘lain-lain’ ini yang dimanfaatkan,” tambah Isra, anggota pencegahan Disdamkarmat Banjarmasin.

Meski permintaan warga kadang di luar tugas pokok, Irwan menegaskan timnya tetap bersyukur bisa membantu. “Kami ini pelayanan. Ketika bisa mewujudkan keinginan orang, ada kepuasan tersendiri,” ujarnya. Ia berharap kesehatan selalu menyertai agar bisa terus mengabdi. “Kami harus siap siaga, karena tugas di lapangan berat, perlu fisik dan kondisi alam yang beragam,” ucapnya.

Berbeda dengan daerah lain. Armada dan kelengkapan yang dimiliki Banjarmasin terbilang mumpuni. Kepala Seksi Sarana Prasarana Disdamkarmat Kota Banjarmasin, Ridwan, pihaknya memiliki empat unit fire pumper truk, satu di antaranya mampu mengangkut 4.500 liter air, tiga lainnya rata-rata 4.000 liter, serta satu unit single cabin.

Sementara, untuk jumlah personel sebanyak 48 anggota aktif, terdiri dari 43 laki-laki dan 5 perempuan. Untuk peralatan, ada 60 roll selang air masing-masing 20 meter, tangga eksternal hingga 12 meter, tangga bawaan truk hingga 6 meter, serta perlengkapan standar seperti jaket, helm, sepatu, dan sarung tangan pemadam. “Selang ini biasanya dipersiapkan apabila titik yang dituju sangat jauh dari sumber air,” jelas Ridwan.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Tabalong #banjarbaru #banjarmasin #damkar #pelayanan #Hulu Sungai Utara #publik