Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi menjelaskan luas lahan kurang lebih mencapai 1.250 hektare. Dalam waktu dekat lahan itu akan digarap.
Dirinya pun telah meninjau langsung ke lokasi pada Minggu (16/11) lalu. Hasilnya beberapa unit eksavator telah terparkir di lahan rawa tersebut.
"Lahan ini sudah tertidur sejak puluhan tahun. Jika berhasil dijadikan persawahan maka akan membawa manfaat untuk masyarakat HST," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (17/11/2025).
Selain persawahan, area di dekat lahan juga dijadikan warga setempat sebagai tempat berladang untuk tanaman hortikultura. Artinya porgram cetak sawah ini manfaatnya sangat luas.
Yajid mengungkap kurangnya pemanfaatan lahan itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya pengelolaan air. Dengan adanya program cetak sawah ini, diharapkan bisa menjadi solusi atas masalah tersebut.
"Karena itu selama ini hanya sebagian lahan saja yang bisa dimanfaatakan," terangnya.
Lokasi cetak sawah ini berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten antara lain, Hulu Sungai Utara, HSS dan Balangan. Yajid mengaku perlu waktu lama untuk memperjuangkan program ini.
Ia mendorong agar fasilitas pertanian juga disediakan untuk masyarakat. Misalnya traktor, alat ini akan membantu petani dalam menggarap lahan ke depannya.
"Saya juga berharap agar masyatakat di Kayu Rabah bisa memanfaatkan program ini. Jika ada permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan baik," harapnya.
Politisi Nasdem itu berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah khususnya Bupati Samsul Rizal karena telah memberikan support sehingga program ini menjadi perhatian skala Nasional.
Editor : Sutrisno