Astra berfokus pada pengembangan kapasitas warga melalui pelatihan usaha, penyediaan peralatan produksi, pendampingan pengelolaan lingkungan, serta promosi produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan tanpa mengubah karakter asli kampung.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro menegaskan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada kolaborasi dan kemampuan masyarakat memaksimalkan potensi lokal.
“Setiap kampung memiliki karakter, tradisi, dan peluang berbeda. Peran Astra adalah memperkuat kapasitas lokal, menghubungkan peluang, dan mempercepat kemandirian. Upaya ini bukan sekadar membangun program, tetapi menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Astra Dukung Paviliun Indonesia di COP30 Brasil
Perkembangan signifikan terlihat pada sektor wisata dan pendidikan. Tabek Talang Babungo kini memiliki 45 homestay, meningkat pesat dari sebelumnya hanya 5 unit. Jalur wisata alam dan ruang belajar terbuka dimanfaatkan untuk edukasi budaya, pertanian, hingga lingkungan.
Usaha gula semut menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar di kampung tersebut. Dari awalnya hanya dikelola satu keluarga, kini usaha ini digerakkan oleh 20 keluarga, dengan kapasitas produksi meningkat dari 5 kilogram menjadi 50 kilogram per hari. Produk gula semut Babungo kini dipasarkan tidak hanya di Sumatra Barat, tetapi juga menjangkau Jakarta dan Batam.
Limbah organik produksi dialirkan ke rumah maggot sebagai pakan, sementara limbah anorganik diolah melalui bank sampah. Sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan warga kurang mampu, termasuk beasiswa bagi lima pemuda kampung yang kini melanjutkan pendidikan ke Jepang.
Tokoh Penggerak KBA Babungo, Kasri Satra menyampaikan bahwa perkembangan ini terjadi karena kerja bersama. “Warga jadi percaya diri mengembangkan usaha dan menjaga lingkungan karena pendampingan dan bantuan dari Astra memperkuat apa yang sudah kami mulai,” ujarnya.
Program KBA Tabek Talang Babungo menjadi bukti bagaimana kolaborasi lokal dan dukungan perusahaan dapat membangun kemandirian masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Editor : Nurhidayat