Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

FPK HSU Studi Tiru ke FPK Kota Yogyakarta, Pelajari Pembauran Kebangsaan Lewat Seni dan Budaya

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 13 November 2025 | 14:19 WIB
MOMEN:Staf Ahli III Setda HSU, H Taberani menyerahkan plakat dan kain Sasirangan kepada pihak Bakesbangpol dan FPK Kota Yogyakarta, Rabu (12/11/2025).
MOMEN:Staf Ahli III Setda HSU, H Taberani menyerahkan plakat dan kain Sasirangan kepada pihak Bakesbangpol dan FPK Kota Yogyakarta, Rabu (12/11/2025).

YOGYAKARTA - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) HSU melakukan studi tiru ke FPK Kota Yogyakarta, Rabu (12/11/2025).

Rombongan dipimpin Staf Ahli III Setda HSU, Taberani dan diikuti perwakilan dari 17 suku dan etnis yang ada di Kabupaten HSU. Kegiatan berlangsung di Aula Bakesbangpol Kota Yogyakarta.

Kabid Kesbang Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Bayu Laksmono S Sos menjelaskan profil singkat Kota Yogyakarta yang memiliki luas wilayah 42,5 km² dengan 14 Kemantren dan 45 Kelurahan.

Ia menyebutkan meski tanpa sumber daya alam tambang, PAD Kota Yogyakarta cukup besar dari sektor jasa, pariwisata, dan pajak daerah.

Sementara itu, Taberani menjelaskan bahwa Kabupaten HSU memiliki potensi lahan sekitar 120.000 hektare.

Meski PAD daerah masih rendah, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkannya melalui sektor pertanian dan penyusunan peraturan pajak daerah.

Menurut Taberani, studi tiru ini sangat bermanfaat. “Kami belajar banyak tentang cara FPK Yogyakarta mengelola kegiatan lintas budaya secara efektif. Pengalaman ini akan kami terapkan di HSU,” katanya.

Sementara itu, Ketua FPK Kota Yogyakarta, Paulus Wahyu Susanto menyampaikan pihaknya rutin menggelar dua kegiatan utama.

Diantaranya tutur Paulus, yakni Parade Seni dan Budaya Nusantara setiap 1 Juni untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan Kemah Kebangsaan bagi mahasiswa lintas daerah.

“Kegiatan ini menanamkan semangat Bhinneka Tunggal Ika melalui seni dan budaya lintas etnis,” ujarnya.

Tak hanya itu, FPK Kota Yogyakarta juga mengadakan Diskusi Pluralisme (FGD) dan kegiatan pelestarian budaya lokal untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan antar-etnis.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar kerja sama dan pertukaran pengetahuan antar-daerah terus berlanjut guna memperkuat semangat kebangsaan dan kerukunan di masyarakat.

Editor : Fauzan Ridhani
#Pemkab HSU #yogyakarta #Bakesbangpol #Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) #studi tiru