Banjar — Mantan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, SH, MIP berkunjung ke Arboretum Ayu Tirta di Jalan A. Yani KM 10, Kelurahan Mandarsari, Kabupaten Banjar, Rabu (12/10/2025).
Kedatangan Ganjar disambut langsung oleh Chendrawan Sugianto, founder Ayu Tirta Foundation sekaligus pengelola kawasan konservasi tersebut.
Dalam kunjungannya, Ganjar menanam pohon Cendana endemik Nusa Tenggara Timur (Santalum album) di area arboretum seluas delapan hektare yang terdiri dari enam hektare tanaman keras dan dua hektare sawah produktif.
Aksi simbolis itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian pohon langka dan endemik di Indonesia.
Ganjar mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh masyarakat dan pelaku usaha seperti Chendrawan yang secara mandiri membangun kawasan hijau dan menanam berbagai jenis pohon langka dari seluruh Indonesia.
“Ini gerakan bagus, kesadaran dari masyarakat atau pengusaha contohnya. Membuat semacam tanam, dan di sini ditanam banyak pohon langka atau endemik. Bahkan beliau mencari ke beberapa tempat di Indonesia,” ujar Ganjar.
“Maka kelak orang bisa tahu bahwa ini, toh pohonnya. Kadang anak-anak saja tidak tahu. Jadi suatu saat bisa riset ke sini, atau mungkin anak-anak kecil belajar ke sini. Itu akan sangat membantu, baguslah kalau terlestarikan,” tambahnya.
Usai menanam, Ganjar diajak berkeliling oleh Chendrawan untuk melihat berbagai koleksi tanaman di kawasan yang telah berdiri sejak 2019 tersebut.
Beragam jenis pohon tumbuh di Arboretum Ayu Tirta, di antaranya Ulin, Meranti Merah, Cendana, Gaharu, Mahoni, Maja, Tanjung, Sengon, dan Jati, serta ratusan spesies lainnya yang telah diidentifikasi.
Sementara itu, Chendrawan Sugianto menjelaskan bahwa Arboretum Ayu Tirta memang disiapkan untuk menjadi ruang konservasi dan pusat penelitian ilmiah.
“Selama ini kami sudah bekerja sama dengan ULM, khususnya Fakultas Kehutanan. Makanya disebut arboretum, karena ini koleksi tanaman keras. Ke depan disiapkan untuk penelitian dan sains,” jelasnya.
Editor : Nurhidayat